KRL INKA Bermasalah, Kemenhub: Tak Layak Operasi!

Author Image

Hadi Wibawa

27 Oktober 2026, 14:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan teguran keras terkait banyaknya unit Kereta Rel Listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA yang harus ditarik dari jalur operasional. Penarikan armada atau recall ini dilakukan guna menjalani perawatan teknis akibat sejumlah gangguan yang muncul dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyatakan keprihatinannya terhadap penurunan kapasitas layanan akibat banyaknya kereta yang harus diperbaiki. Meski menyadari kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek terus meningkat, ia menegaskan bahwa faktor keselamatan tidak boleh dikompromikan.

KRL INKA Bermasalah, Kemenhub: Tak Layak Operasi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami sangat prihatin karena banyak kereta dalam beberapa minggu terakhir perlu di-recall. Hal ini tentu berdampak pada pengurangan kapasitas layanan. Namun, prioritas utama kami adalah memastikan kelaikan operasi dari moda transportasi tersebut," ujar Allan dalam sebuah media briefing di Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Lebih lanjut, Allan menekankan bahwa Kemenhub sebagai regulator tidak akan memberikan izin bagi armada yang tidak memenuhi standar teknis untuk tetap melaju. Menurutnya, seluruh alat transportasi wajib mematuhi spesifikasi teknis dan standar keselamatan perkeretaapian yang ketat demi menjamin keamanan penumpang.

Saat ini, Kemenhub tengah melakukan koordinasi intensif bersama PT KAI dan PT INKA untuk melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh. Langkah ini diambil guna mengidentifikasi akar permasalahan dan memastikan perbaikan dilakukan secara permanen agar gangguan serupa tidak terulang kembali.

"Kami memahami desakan masyarakat akan kapasitas layanan KRL yang tinggi. Namun, prinsipnya adalah operator maupun pabrikan wajib memenuhi spesifikasi teknis dan lulus uji kelaikan sebelum kereta melaju di jalur komersial," pungkasnya.

Related Post