Laba BNI Tembus Rekor Baru!

Author Image

Hadi Wibawa

27 Oktober 2026, 11:25 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berhasil mencatatkan pencapaian performa keuangan yang fenomenal. Hingga kuartal III-2026, bank pelat merah ini membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 6,6% secara tahunan (YoY), dengan total mencapai Rp 16,1 triliun.

Capaian ini sekaligus menjadi rekor tertinggi bagi BNI dalam periode kuartal III sepanjang sejarah perusahaan. Ketangguhan ini terlihat dari laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) yang melonjak 11,6% menjadi Rp 27,5 triliun. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata ketahanan fundamental BNI di tengah fluktuasi ekonomi global yang tidak menentu.

Laba BNI Tembus Rekor Baru!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan bahwa hasil positif ini adalah buah dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Menurutnya, BNI tetap fokus pada penguatan fundamental dan manajemen risiko yang disiplin meskipun kondisi pasar sedang menantang.

"Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Putrama dalam keterangan resminya.

Pertumbuhan Kredit dan Digitalisasi yang Masif
Salah satu motor penggerak utama kinerja BNI adalah ekspansi kredit yang tumbuh pesat sebesar 22,2% YoY, menyentuh angka Rp 992,5 triliun. Distribusi kredit ini tersebar merata di berbagai segmen pasar. Selain itu, dana murah atau current account savings account (CASA) juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 19,6% menjadi Rp 733,7 triliun.

Transformasi digital juga menjadi kunci sukses BNI. Aplikasi wondr by BNI mencatatkan pertumbuhan pengguna yang sangat signifikan, yakni mencapai 16,6 juta pengguna (naik 58% YoY) dengan nilai transaksi fantastis sebesar Rp 1.774 triliun. Sementara itu, layanan BNIdirect juga memperkuat posisi BNI dengan nilai transaksi mencapai Rp 9.324 triliun.

Kualitas Aset yang Semakin Sehat
Dari sisi manajemen risiko, Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, mengungkapkan bahwa kualitas aset bank semakin membaik. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross menjadi 1,9%.

BNI juga tetap menjaga bantalan keamanan yang kuat dengan rasio pencadangan terhadap kredit sebesar 3,8%, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan. Dengan rasio kecukupan modal (CAR) di level 19,2%, BNI memiliki ruang gerak yang sangat luas untuk melakukan ekspansi bisnis di masa depan.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menambahkan bahwa strategi ekspansi kredit dilakukan secara selektif melalui proses underwriting yang ketat. Langkah ini terbukti efektif meningkatkan pangsa pasar kredit BNI menjadi 10,6%.

Menatap kuartal IV-2026, BNI berkomitmen untuk terus memperkuat pendanaan berbasis transaksi dan mendukung pembiayaan sektor produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Related Post