JAKARTA – Melansir laporan terbaru dari redaksibengkulu.co.id, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) berhasil menunjukkan taringnya di pasar dengan mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan raksasa di sektor agrifood ini sukses membukukan laba periode berjalan menyentuh angka Rp 2,68 triliun hingga akhir Juni 2026.
Lonjakan profitabilitas ini tidak datang begitu saja. Berdasarkan data keuangan yang dihimpun, penjualan bersih JAPFA meroket menjadi Rp 35,36 triliun, melampaui pencapaian periode yang sama tahun lalu yang berada di angka Rp 27,48 triliun. Tak hanya itu, laba usaha perusahaan juga mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp 3,73 triliun, sementara EBITDA tercatat mencapai Rp 4,41 triliun.

Direktur JAPFA, Leo Handoko, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa di semester I-2026 ini merupakan buah dari model bisnis yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya efisiensi dan produktivitas di seluruh lini untuk menghadapi dinamika pasar serta tekanan biaya bahan baku yang fluktuatif.
Also Read
"Kami tetap fokus pada penguatan bisnis inti, mempercepat transformasi digital, serta mengoptimalkan sinergi antar unit usaha guna memastikan pertumbuhan jangka panjang yang stabil," ungkap Leo dalam keterangan resminya, Selasa (27/10/2026).
Dalam upaya memperkuat struktur modal, JAPFA juga melakukan langkah strategis melalui divestasi 100% saham PT Vaksindo Satwa Nusantara pada akhir September 2026. Langkah ini mendatangkan suntikan kas segar sekitar Rp 1,81 triliun sebelum pajak. Dana tersebut diproyeksikan akan dialokasikan untuk membiayai belanja modal (capex) serta mengurangi ketergantungan perusahaan pada pinjaman perbankan.
Di sisi lain, JAPFA juga menunjukkan komitmen nyata terhadap isu lingkungan. Perusahaan melaporkan keberhasilan dalam inisiatif Zero Coal yang tercapai lebih cepat dari target awal. Selain itu, efisiensi penggunaan sumber daya terlihat dari peningkatan volume air daur ulang sebesar 94% serta penurunan limbah B3 hingga 63%.
Menatap paruh kedua tahun 2026, manajemen JAPFA mengaku tetap waspada terhadap tantangan global, terutama terkait fluktuasi harga pakan dan risiko kelebihan pasokan di industri perunggasan. Namun, dengan fundamental yang kokoh, perusahaan optimis dapat terus memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.




