Laba LPKR Tembus Rp 1,24 Triliun, Ini Rahasianya!

Author Image

Hadi Wibawa

5 November 2026, 23:46 WIB

JAKARTA – Melansir laporan terbaru dari redaksibengkulu.co.id, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026. Perusahaan pengembang properti raksasa ini berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) yang fantastis, yakni mencapai Rp 1,24 triliun hingga akhir September 2026.

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi perusahaan yang fokus pada segmen hunian tapak. LPKR mencatatkan angka pra-penjualan (presales) sebesar Rp 5,49 triliun. Angka tersebut menunjukkan pencapaian yang sangat signifikan, di mana perusahaan telah menyentuh 91% dari target tahunan yang telah ditetapkan.

Laba LPKR Tembus Rp 1,24 Triliun, Ini Rahasianya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

CEO Lippo Karawaci, John Riady, mengungkapkan bahwa momentum pertumbuhan di sektor properti masih sangat terjaga. Menurutnya, permintaan pasar terhadap hunian di berbagai proyek kota mandiri milik perseroan tetap stabil, terutama pada kategori rumah terjangkau dan menengah.

"Kami melihat antusiasme yang tinggi, khususnya dari pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan konsumen yang mencari hunian untuk ditempati sendiri (end-users). Segmen ini memberikan kontribusi sebesar 75% terhadap total pra-penjualan kami," jelas John Riady dalam keterangan resminya.

Salah satu motor penggerak penjualan adalah peluncuran proyek Hunian Warisan Bangsa Serang. Proyek ini menawarkan berbagai tipe hunian dengan harga yang sangat kompetitif, mulai dari Rp 101 juta hingga Rp 262 juta, sehingga mampu menyerap minat pasar kelas menengah ke bawah dengan cepat. Menariknya, sebanyak 71% dari total transaksi tersebut dibiayai melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Secara mendetail, pendapatan total perseroan tercatat sebesar Rp 5,37 triliun dengan EBITDA mencapai Rp 1,11 triliun. Dari sisi struktur penjualan, segmen hunian menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 3,24 triliun, disusul oleh unit komersial sebesar Rp 755 miliar, serta pendapatan dari kavling pemakaman San Diego Hills senilai Rp 107 miliar.

Tak hanya dari sektor properti, lini bisnis gaya hidup LPKR juga menunjukkan tren positif. Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 922 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 220 miliar. Meskipun tingkat okupansi hotel mengalami sedikit penurunan ke angka 58%, sektor ritel justru menunjukkan geliat pemulihan dengan kenaikan kunjungan ke pusat perbelanjaan sebesar 1% secara tahunan, mencapai rata-rata 11,2 juta kunjungan per bulan.

Menatap masa depan, LPKR berkomitmen untuk terus fokus pada penyelesaian proyek-proyek kota mandiri yang sedang berjalan dengan tetap menjaga disiplin pengelolaan modal dan efisiensi operasional.

Related Post