redaksibengkulu.co.id – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026. Emiten pengembang properti yang mengelola kawasan kota mandiri modern PIK2 ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang fantastis, mencapai Rp 1,9 triliun atau tumbuh sebesar 145% secara year-on-year (YoY).
Keberhasilan ini didorong oleh pendapatan usaha perusahaan yang menyentuh angka Rp 3,7 triliun, naik 19% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menurut laporan keuangan perusahaan, motor utama pertumbuhan ini berasal dari serah terima lahan komersial di kawasan Central Business District (CBD) PIK2, yang menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan.

Selain sektor komersial, segmen residensial turut memberikan kontribusi signifikan sebesar 21%. Berbagai proyek hunian seperti Manhattan Residence, Rumah Milenial, hingga Ilona @Pasadena Hills menjadi penyumbang utama di sektor ini. Sementara itu, segmen komersial seperti SOHO Manhattan dan Bizpark PIK2 mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% YoY.
Also Read
Kondisi kesehatan finansial PANI terlihat semakin kokoh dengan total aset yang terus merangkak naik menjadi Rp 51,1 triliun. Di sisi lain, perusahaan berhasil melakukan efisiensi dengan menekan total liabilitas menjadi Rp 16,9 triliun, turun sekitar 10,4% dari posisi akhir tahun 2025. Penurunan kewajiban ini merupakan dampak positif dari kelancaran proses serah terima properti kepada konsumen.
Struktur permodalan PANI juga semakin tangguh setelah melakukan aksi Private Placement (PMTHMETD IV) pada Juni 2026 yang menyerap dana sekitar Rp 498 miliar. Hal ini tercermin dari rasio utang terhadap modal (Debt-to-Equity Ratio/DER) yang sangat rendah, yakni di angka 0,01x.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menegaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan tetap solid di tengah dinamika ekonomi. Ia menyatakan bahwa fokus utama perusahaan adalah terus mengembangkan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang mampu menggerakkan roda ekonomi.
"Fokus kami tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan," ujar Sugianto dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Sugianto optimis terhadap potensi pertumbuhan kawasan PIK2, terutama dengan adanya peningkatan konektivitas melalui Tol KATARAJA dan kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang akan memperkuat sektor MICE. Sebagai langkah ekspansi, PANI juga tengah melanjutkan pembangunan Hilton Hotel PIK2, sebuah hotel bintang lima setinggi 20 lantai yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027 mendatang.




