JAKARTA – Melansir laporan dari redaksibengkulu.co.id, sebuah langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan negara baru saja dilakukan melalui pengalihan aset negara yang cukup masif. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menyerahkan alih status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) berupa lahan seluas 137,1 hektare kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang ditujukan khusus untuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Lahan yang terletak di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini sebelumnya merupakan kawasan bekas pertambangan batu bara. Penyerahan aset yang mencakup 102 bidang tanah tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pada Jumat (6/11/2026).

Aset tanah dengan luas total mencapai 1.371.227 meter persegi ini merupakan bagian dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT Multi Harapan Utama (MHU), dengan nilai perolehan yang mencapai angka Rp 70,68 miliar.
Also Read
Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian ESDM, Rakhmawati, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata sinergi lintas kementerian demi menjaga keamanan nasional. Ia menekankan bahwa sebagai negara kepulauan yang luas, Indonesia memerlukan penguatan di berbagai lini, termasuk dukungan infrastruktur bagi alat pertahanan negara.
"Sebagai negara di kawasan strategis, ketahanan energi dan keamanan nasional adalah prioritas. TNI sebagai komponen utama pertahanan membutuhkan dukungan penuh, termasuk dari Kementerian ESDM dalam hal optimalisasi aset," ungkap Rakhmawati dalam keterangan resminya.
Dengan beralihnya status penggunaan BMN tersebut, kini tanggung jawab pengelolaan dan pemanfaatan lahan sepenuhnya berada di tangan Kemhan/Kopassus. Pemanfaatan lahan ini diharapkan dapat menunjang operasional satuan elit tersebut guna memperkuat sistem pertahanan Indonesia.
Langkah pengalihan ini juga menjadi bagian dari strategi Kementerian ESDM untuk memastikan bahwa aset negara tidak hanya berhenti di sektor energi, namun juga dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kepentingan strategis dan keamanan nasional di masa depan.




