Liburan ke Jepang, Cukup Scan QRIS Tanpa Ribet!

Author Image

Hadi Wibawa

22 Oktober 2026, 00:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id — Kini, pengalaman berwisata ke luar negeri tidak lagi mengharuskan wisatawan untuk selalu membawa tumpukan uang tunai atau kartu kredit di dalam dompet. Berkat kemajuan teknologi finansial, metode pembayaran digital melalui pemindaian kode QR kini telah menembus batas negara, memberikan kemudahan transaksi yang luar biasa bagi para pelancong.

Di tanah air, kita mengenalnya dengan sebutan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sejak diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) pada 17 Agustus 2019, sistem ini terus berevolusi. Jika sebelumnya hanya terbatas untuk transaksi domestik, kini QRIS telah merambah pasar internasional, salah satunya di Jepang.

Liburan ke Jepang, Cukup Scan QRIS Tanpa Ribet!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, mengungkapkan bahwa ekspansi QRIS ke Jepang didorong oleh tingginya mobilitas warga negara Indonesia yang berkunjung ke Negeri Sakura tersebut. Menurutnya, integrasi ini akan menciptakan ekosistem pembayaran lintas batas (cross-border payment) yang lebih efisien, aman, dan cepat.

Data menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada kuartal II 2026, transaksi QRIS oleh wisatawan Indonesia di Jepang melonjak hingga 95% dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini sejalan dengan data Japan National Tourism Organization (JNTO) yang mencatat kenaikan kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang sebesar 11,4% pada periode Januari hingga Agustus 2026.

Menjelajah Kuliner Indonesia di Jepang dengan QRIS

Kemudahan ini dapat dirasakan langsung di berbagai titik strategis di Jepang. Di kawasan Shibuya, Tokyo, terdapat Antre Tokyo Cafe yang menyajikan cita rasa khas Indonesia seperti kue Nastar hingga pai rendang. Pemilik kafe, Natalie Kaneko, menyebutkan bahwa QRIS menjadi solusi bagi turis Indonesia agar tidak perlu repot membawa banyak koin atau uang tunai.

Tak jauh dari sana, di kawasan Kichijoji, terdapat gerai Surabi khas Solo yang menjadi favorit wisatawan. Meski mayoritas pelanggan lokal menggunakan tunai, pemiliknya, Adi Nurwan, mengonfirmasi bahwa turis Indonesia sering menggunakan QRIS untuk menikmati surabi dengan berbagai varian rasa unik.

Kemudahan serupa juga ditemukan di Kopi Kalyan kawasan Omotesando. Kenny Tjahyadi, pemilik kafe tersebut, menjelaskan bahwa metode digital ini menjadi favorit bagi diaspora maupun turis Indonesia. "Banyak yang merasa terbantu karena tidak perlu lagi menghitung konversi mata uang secara manual," ujarnya.

Bahkan, saat berbelanja suvenir di kawasan bersejarah Sensoji Temple, Asakusa, transaksi dapat dilakukan dengan sangat praktis. Cukup pindai kode, masukkan nominal, dan sistem akan secara otomatis mengonversi nilai Yen ke Rupiah sesuai kurs terkini.

Tips Penting: Cari Logo JPQR Global

Agar transaksi berjalan lancar, Redaksibengkulu.co.id mengimbau para wisatawan untuk selalu memastikan keberadaan logo JPQR Global pada kode QR di toko atau merchant. JPQR Global merupakan sistem pembayaran kode QR terpadu di Jepang yang memungkinkan integrasi pembayaran dari berbagai negara, termasuk QRIS dari Indonesia.

Beberapa wilayah di Jepang yang sudah mulai mengadopsi penggunaan QRIS antara lain:

  • Tokyo: Cinta Jawa Cafe (Omiya)
  • Osaka
  • Kanagawa
  • Saitama
  • Kyoto: Yoshiya (Arashiyama)
  • Aichi: Café & Dining Bulan Bali (Nagoya)
  • Okinawa: Shuri Chinen Seika (Ishimine, Naha)

Related Post