Limbah Sawit Jadi Rompi Antipeluru!

Author Image

Hadi Wibawa

7 Oktober 2026, 08:46 WIB

redaksibengkulu.co.id – Inovasi luar biasa lahir dari tangan dingin para peneliti dalam mengolah limbah perkebunan menjadi barang bernilai tinggi. PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 kini resmi menggandeng IPB University untuk menyulap tandan kosong (tankos) kelapa sawit menjadi berbagai produk komposit canggih, mulai dari helm hingga rompi antipeluru.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, mengungkapkan bahwa kolaborasi strategis ini bertujuan agar hasil riset akademis tidak hanya berakhir di meja laboratorium, tetapi mampu menembus pasar industri. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung program hilirisasi dan penerapan ekonomi sirkular.

Limbah Sawit Jadi Rompi Antipeluru!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami berupaya membangun ekosistem yang menghubungkan antara dunia riset, kebutuhan industri, dan permintaan pasar. Jika inovasi ini mampu menghasilkan produk yang kompetitif sekaligus ramah lingkungan, maka nilai strategis dari kolaborasi ini akan sangat terasa," ujar Abdul Rivai dalam keterangan resminya, Rabu (7/10/2026).

Perjalanan inovasi ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2015. Para dosen IPB University secara konsisten meneliti potensi serat dari limbah tandan kosong milik PTPN I (Persero) Regional 2 di Cikasungka, Bogor. Melalui pengujian intensif di Laboratorium Fisika Fakultas MIPA IPB, mereka berhasil menemukan formula tepat untuk menciptakan green composite atau material komposit berbasis nabati.

Siti Nikmatin, selaku peneliti dari IPB, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah ini merupakan solusi atas melimpahnya tandan kosong sawit yang selama ini belum dioptimalkan. Hasilnya, serat tersebut kini bisa bertransformasi menjadi berbagai produk manufaktur seperti sepatu, sandal, pakaian, hingga perlengkapan keamanan.

"Kami telah menjalin kesepakatan dengan PTPN I untuk mengembangkan hasil riset ini menjadi produk industri manufaktur. Model kerja samanya unik; PTPN I membiayai pengembangan dan produksi, lalu imbal hasilnya berupa produk yang dibutuhkan perusahaan," terang Siti.

Dalam aspek operasional, IPB menggandeng startup PT Material Data Space (MDS) dan PT Interstisi Material Maju (IMM). Hingga saat ini, ribuan helm pengaman (safety helmet) telah berhasil diproduksi. Menariknya, produk helm berbahan sawit ini sudah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Tak hanya helm, teknologi ini juga merambah ke sektor pertahanan. Siti menyebutkan bahwa material antipeluru berbahan serat sawit mereka telah memiliki sertifikat dari Dislitbang AD pada tahun 2025 untuk kaliber 9 x 19 mm. Meski saat ini produksinya masih berbasis pesanan (purchase order), mereka menyatakan kesiapan untuk produksi skala besar.

Keunggulan lain dari produk ini adalah efisiensi biaya. Siti membandingkan bahwa helm berkualitas tinggi yang biasanya dijual jutaan rupiah, dapat diproduksi dengan spesifikasi setara namun dengan harga hanya setengahnya berkat penggunaan material green composite ini.

"Kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah agar inovasi ini bisa berkembang menjadi industri skala nasional yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat," tutup Siti.

Related Post