Listrik Geser BBM: Nelayan Bali Kini Ramah Lingkungan!

Listrik Geser BBM: Nelayan Bali Kini Ramah Lingkungan!

Redaksibengkulu.co.id, Bali – PT Pertamina International Shipping (PIS) terus berupaya menekan emisi karbon dengan mendorong penggunaan energi ramah lingkungan. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan memperkenalkan perahu listrik bagi nelayan di Desa Kelan, Kabupaten Badung, Bali.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Desa Energi Berdikari (DEB) Keluarga Nelayan Lestari (Kenali), yang dijalankan PIS bekerja sama dengan Divers Clean Action (DCA).

Listrik Geser BBM: Nelayan Bali Kini Ramah Lingkungan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Redaksibengkulu.co.id berkesempatan menjajal langsung perahu listrik ini, Rabu (8/10/2025). Secara visual, mesin penggerak baling-baling perahu ini tak jauh berbeda dengan mesin perahu nelayan konvensional. Perbedaannya terletak pada keberadaan baterai berukuran koper yang terletak di samping mesin.

COLLABMEDIANET

Saat mesin dinyalakan, suara yang dihasilkan nyaris tak terdengar, hanya desiran halus mirip pompa air rumah tangga. Perahu melaju mulus dengan tenaga dari baterai, dan kecepatan dapat diatur sesuai kebutuhan. Rombongan pun berkeliling di kawasan hutan bakau, mencapai restoran apung tanpa kendala berarti.

Manager Corporate Social Responsibility PT Pertamina International Shipping, Alih Istik Wahyuni, menjelaskan bahwa pemanfaatan energi baru terbarukan adalah salah satu kriteria utama DEB. Selain perahu listrik, desa ini juga telah memanfaatkan panel surya untuk mengisi daya baterai.

"Biasanya, nelayan menggunakan BBM untuk menggerakkan perahu, yang tentu membutuhkan biaya. Selain itu, penggunaan BBM juga menghasilkan emisi," ujarnya. "Dengan bantuan mesin nelayan bertenaga listrik ini, biaya operasional dapat ditekan hingga lebih dari 70%, karena tidak perlu lagi membeli BBM."

Selain penghematan biaya, penggunaan perahu listrik juga berdampak signifikan pada pengurangan emisi karbon. "Emisi karbon berkurang drastis hingga lebih dari 78%. Hal ini karena siklusnya sudah tertutup, di mana pengisian daya baterai juga menggunakan tenaga surya. Jadi, hampir 0% emisi," jelasnya.

Wayan Wirtha, seorang nelayan Desa Kelan yang telah merasakan manfaat perahu listrik, mengaku sangat terbantu. "Tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli BBM," katanya. Selain itu, mesin yang tidak berisik sangat mendukung kegiatan wisata keliling hutan bakau dan pengamatan satwa.

"Paling bagus untuk pariwisata. Dulu kalau mancing lama diam, jenuh. Sekarang bisa keliling-keliling mangrove sambil lihat pemandangan dan burung-burung," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar