JAKARTA – Melansir redaksibengkulu.co.id, suasana hangat menyambut kembalinya Luky Alfirman ke lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis sore. Kedatangan Luky bersama Nurkholisoh Ibnu Aman menandai babak baru setelah keduanya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Kehadiran dua pejabat baru ini disambut langsung oleh jajaran petinggi Kemenkeu, termasuk Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, hingga Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama. Dalam pidato singkatnya, Luky tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya bisa kembali mengabdi di institusi tersebut.

Luky mengungkapkan bahwa perasaannya saat ini sangat beragam, mulai dari antusiasme hingga rasa terkejut. Mengingat rekam jejaknya, Luky sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran sebelum akhirnya diberhentikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026 lalu, menyusul polemik pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional.
Also Read
"Kemarin saya merasa seperti sedang masa hibernasi. Karena sempat absen, saya sangat membutuhkan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian agar bisa segera mengejar ketertinggalan dan memperbarui informasi terkini," ungkap Luky di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat.
Terkait visi kerja, Luky menegaskan bahwa perannya adalah sebagai pendukung utama Presiden dan Menteri Keuangan. Namun, ia telah menyiapkan tiga agenda prioritas hasil diskusinya dengan Suahasil. Pertama, menuntaskan pelaksanaan APBN 2026 yang kini memasuki kuartal terakhir. Kedua, mempersiapkan transisi APBN 2027 agar dapat berjalan mulus. Ketiga, melakukan konsolidasi internal guna memperkuat reformasi di tubuh Kemenkeu.
Di sisi lain, Nurkholisoh Ibnu Aman yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan juga menyatakan kesiapannya. Meski telah berpengalaman selama dua dekade di Bank Indonesia (BI), Nurkholisoh mengakui tantangan di Kemenkeu akan jauh lebih besar, terutama terkait skala organisasi.
"Saya sudah sering berkoordinasi dengan lingkungan ini selama di BI. Namun, mengelola puluhan ribu pegawai di Kemenkeu—yang jumlahnya mencapai 80 ribu orang—adalah tantangan luar biasa dibandingkan BI yang hanya memiliki sekitar 6.000 hingga 7.000 pegawai. Fokus saya adalah memberikan manfaat bagi efektivitas organisasi ini," pungkas Nurkholisoh.



