Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat!

Author Image

Hadi Wibawa

26 Oktober 2026, 23:25 WIB

JAKARTA – Melalui laporan redaksibengkulu.co.id, sebuah terobosan energi hijau kini tengah menjadi sorotan nasional. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap pada Senin (26/10) untuk meninjau langsung proses transformasi minyak jelantah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur yang ramah lingkungan.

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menekankan bahwa inovasi teknologi energi tidak boleh berdiri sendiri tanpa menyentuh aspek kesejahteraan sosial. Ia mendorong agar pengembangan bahan bakar nabati ini mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi warga di sekitar area operasional.

 Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pengembangan SAF harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Kita ingin minyak jelantah yang dikelola oleh ibu-ibu melalui bank sampah memiliki nilai ekonomi tinggi dan terintegrasi langsung dengan kebutuhan industri nasional," tegas Gibran sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Pertamina Patra Niaga.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Utama I Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, memaparkan bahwa proyek SAF ini memanfaatkan fasilitas Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) di Green Refinery Cilacap. Melalui metode co-processing, minyak jelantah dicampur dengan komponen bahan baku lainnya untuk menghasilkan bahan bakar pesawat yang berkelanjutan.

"Pada bulan Oktober ini, kami telah memasuki tahap komersialisasi dengan target produksi sekitar 11 juta liter co-processed SAF. Dalam prosesnya, minyak jelantah digunakan dengan rasio maksimal 5 persen dari total kapasitas produksi unit TDHT," urai Taufik.

Tak hanya fokus pada aspek teknis, Pertamina juga membangun ekosistem ekonomi sirkular melalui program Community Involvement and Development (CID). Perusahaan merangkul kelompok pengelola sampah dan bank sampah lokal untuk menyuplai bahan baku tersebut.

Saat ini, terdapat tiga bank sampah binaan di sekitar Kilang Cilacap, yakni Bank Sampah Beo Asri, Bank Sampah Abhipraya, dan Bank Sampah Cahaya Asri, yang telah aktif mengumpulkan limbah minyak goreng ini. Selain itu, masyarakat juga dapat menyetorkan jelantah melalui Collection Box yang tersedia di Pasar Amarta Kutawaru serta sejumlah SPBU di berbagai wilayah Indonesia.

Menariknya, limbah yang disetorkan masyarakat tidak terbuang percuma. Warga dapat menukarkan minyak jelantah tersebut dengan uang tunai maupun saldo e-wallet, sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi rumah tangga.

"Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Limbah yang tadinya berisiko mencemari lingkungan, kini bisa dikelola secara bertanggung jawab dan bernilai ekonomi," tambah Taufik.

Sebagai informasi tambahan, Pertamina Patra Niaga telah mengantongi sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) yang diakui secara global. Hal ini memastikan produk SAF mereka memenuhi standar regulasi penerbangan internasional (CORSIA – ICAO dan EU), sehingga sudah mulai dipasarkan ke berbagai maskapai domestik maupun mancanegara.

Related Post