JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) kini resmi mendapatkan suntikan penguatan modal yang signifikan. Langkah strategis ini diambil guna memperkokoh posisi perusahaan dalam menjalankan mandat sebagai perantara tunggal ekspor untuk tiga komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional, yakni batu bara, besi dan baja, serta kelapa sawit.
Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma’ruf, mengungkapkan bahwa proses penguatan permodalan ini telah terlaksana pada 25 Mei 2026. Dalam skema terbaru, modal dasar PT DSI kini telah melonjak menjadi Rp 4 triliun, dengan nilai modal disetor mencapai Rp 1 triliun.

"Per tanggal 25 Mei 2026, telah dilakukan penguatan permodalan kepada DSI melalui penambahan modal dasar menjadi Rp 4 triliun dan modal disetor sebesar Rp 1 triliun," jelas Aminuddin dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Also Read
Terkait struktur kepemilikan, Aminuddin merinci bahwa Danantara memegang kendali atas 99% saham seri B. Sementara itu, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) memegang 1% saham seri A. Saham tersebut bersifat golden share atau saham khusus yang berfungsi sebagai representasi negara dalam pengambilan keputusan strategis.
Tak hanya soal suntikan dana, pemerintah juga melakukan penguatan dari sisi manajerial melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam agenda tersebut, jajaran direksi dan komisaris yang terdiri dari tenaga profesional telah resmi ditunjuk untuk memimpin jalannya perusahaan.
Menanggapi kesiapan operasional, Aminuddin menegaskan bahwa DSI telah melakukan persiapan matang, terutama dalam pembangunan sistem serta infrastruktur penunjang lainnya. Seluruh perencanaan tersebut telah terintegrasi dan ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) DSI tahun 2026.
"BP BUMN berkomitmen penuh untuk mengawal instruksi Presiden agar DSI dapat menjalankan fungsinya sebagai BUMN perantara tunggal ekspor untuk ketiga komoditas tersebut secara optimal," pungkasnya.




