Jakarta – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, akhirnya memberikan pernyataan terkait masa depan kementeriannya. Hal ini menyusul langkah pemerintah yang resmi membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026), Rosan menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu instruksi resmi dari pemerintah mengenai pembagian tugas yang baru. Ia belum bisa memastikan apakah mekanisme kerja nantinya akan diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) atau regulasi lainnya.

"Kami tinggal menunggu arahan saja. Yang terpenting, kami akan terus menjaga koordinasi yang baik dengan kementerian koordinator yang baru dibentuk tersebut," ujar Rosan kepada awak media.
Also Read
Meskipun ada struktur baru di pemerintahan, Rosan menegaskan bahwa operasional Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM akan tetap berjalan sebagaimana mestinya guna memastikan iklim investasi tetap terjaga.
Langkah pembentukan kementerian koordinator ini merupakan tindak lanjut setelah Bahlil Lahadalia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Menariknya, Bahlil juga tetap mengemban amanah sebagai Menteri ESDM, sehingga ia memegang peran ganda dalam kabinet.
Dalam keterangannya usai pelantikan di Istana Negara pada Kamis (1/10/2026) lalu, Bahlil mengakui bahwa rangkap jabatan ini merupakan tanggung jawab negara yang sangat besar. Ia berkomitmen untuk bekerja secara maksimal dalam menjalankan tugas-tugas strategis di sektor hilirisasi maupun energi.
Penunjukan ini didasarkan pada Keputusan Presiden nomor 104P tahun 2025 mengenai pemberhentian dan pengangkatan menteri dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Dengan adanya koordinasi yang erat antara BKPM dan Kemenko Hilirisasi, diharapkan target-target investasi nasional dapat tercapai lebih optimal.




