Redaksibengkulu.co.id — Masa depan beban utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akhirnya mendapatkan titik terang. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, memberikan kepastian mengenai proses pengalihan kewajiban utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut ke pundak Kementerian Keuangan.
Saat ditemui di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rosan menegaskan bahwa mekanisme pengalihan tersebut saat ini tengah dalam tahap pengerjaan intensif. "Sudah berjalan, sedang berjalan, berjalan," ungkap Rosan singkat untuk menggambarkan progres yang tengah berlangsung.

Kepastian ini muncul di tengah spekulasi publik mengenai kelanjutan skema pembiayaan Whoosh, menyusul adanya transisi kepemimpinan di kursi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. Namun, Rosan memberikan jaminan bahwa perubahan pucuk pimpinan Bendahara Negara tidak akan mengganggu ritme kerja yang telah disusun.
Also Read
Rosan menambahkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan Suahasil Nazara pasca pelantikan. Ia memastikan seluruh program strategis tetap berjalan tanpa hambatan berarti. "Kami sudah berencana untuk bertemu dalam waktu dekat guna menindaklanjuti berbagai hal, baik yang berkaitan dengan Danantara maupun Kementerian Investasi. Beliau juga bergerak sangat cepat," jelasnya.
Secara teknis, pemerintah berencana mengambil alih utang KCIC melalui skema pengambilalihan seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Perlu diketahui, PSBI merupakan konsorsium yang memegang kendali 60% saham KCIC dari pihak Indonesia, sementara 40% sisanya dikuasai oleh konsorsium perusahaan asal China.
Struktur kepemilikan saham dalam PSBI sendiri terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 58,53%, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 33,36%, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 7,08%, dan PT Perkebunan Nusantara I sebesar 1,03%.
Senada dengan Rosan, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Evita Manthovani, turut memberikan konfirmasi terkait proses ini. Dalam konferensi pers APBN KITA di Kementerian Keuangan, Evita menyebutkan bahwa langkah pengalihan saham PSBI ke pemerintah kini sudah memasuki fase akhir.
"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi. Skema pengalihan telah ditetapkan dan sudah dibahas secara mendalam," pungkas Evita.




