Otomotif Melejit, Menperin: Deindustrialisasi Hoaks!

Author Image

Hadi Wibawa

27 Oktober 2026, 11:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta — Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, secara tegas menepis isu mengenai terjadinya deindustrialisasi di sektor manufaktur Indonesia. Menurutnya, anggapan bahwa industri nasional sedang mengalami penurunan adalah narasi usang yang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi lapangan saat ini. Sebaliknya, Sarmuji menilai industri dalam negeri justru tengah bersiap memasuki fase kebangkitan yang signifikan.

Salah satu indikator kuat yang menjadi sorotan adalah sektor otomotif yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data yang dihimpun, pasar kendaraan di Indonesia masih memiliki potensi ekspansi yang sangat luas. Hal ini terbukti dari rasio kepemilikan mobil di tanah air yang baru menyentuh angka 99 unit per 1.000 penduduk.

Otomotif Melejit, Menperin: Deindustrialisasi Hoaks!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Jika dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN, angka tersebut masih tergolong rendah. "Sebagai perbandingan, Malaysia memiliki rasio 490 dan Thailand sebesar 275. Jika rasio kepemilikan mobil di Indonesia dapat meningkat mendekati angka tersebut, maka volume produksi nasional dipastikan akan melonjak tajam," ungkap Sarmuji saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan strategis bersama pabrikan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Menperin juga mengungkapkan bahwa pasar kendaraan nasional tercatat tumbuh sebesar 15 persen. Pertumbuhan ini menjadi bukti nyata bahwa sektor otomotif Indonesia masih sangat tangguh dan terus berkembang.

"Narasi tentang deindustrialisasi itu sebenarnya sudah ketinggalan zaman. Industri kita justru sedang bergerak menuju masa kebangkitan," tegas Sarmuji.

Lebih lanjut, Menperin mengapresiasi kontribusi nyata sektor otomotif, khususnya Toyota, dalam penyerapan tenaga kerja. Tercatat, perusahaan tersebut menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja secara langsung. Jika dihitung hingga ke rantai pasok dan jaringan dealer, jumlah pekerja yang terlibat mencapai angka fantastis, yakni 360.000 orang.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong para pelaku industri agar tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga memperkuat orientasi ekspor guna memperluas lapangan kerja bagi masyarakat luas.

Related Post