Palangka Raya Sesak Napas: Permintaan Oksigen Melonjak 3 Kali Lipat!

Author Image

Hadi Wibawa

22 September 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Palangka Raya – Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tak kunjung usai. Situasi darurat ini memicu lonjakan drastis permintaan tabung oksigen, bahkan mencapai tiga kali lipat, seperti yang terpantau pada Selasa, 22 September 2026. Fenomena ini menjadi indikator nyata betapa seriusnya dampak kabut asap terhadap kesehatan pernapasan warga setempat.

Peningkatan signifikan ini dilaporkan oleh sejumlah distributor gas medis lokal. Berdasarkan pantauan Redaksibengkulu.co.id di lapangan, salah satu penyedia, CV Palangka Gas, merasakan langsung lonjakan permintaan yang mengejutkan. Tabung oksigen berukuran satu meter kubik, yang pada kondisi normal hanya terjual sekitar 20 unit per minggu, kini melonjak drastis hingga 60 unit per minggu.

Palangka Raya Sesak Napas: Permintaan Oksigen Melonjak 3 Kali Lipat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya tabung berukuran kecil, permintaan untuk tabung oksigen berukuran lebih besar, yakni enam meter kubik, juga mengalami peningkatan serupa. Dari rata-rata 20 unit per minggu, kini permintaan mencapai 50 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 2,5 kali lipat.

"Sejak kabut asap kembali pekat dan kualitas udara memburuk, kami melihat peningkatan permintaan yang sangat signifikan. Masyarakat banyak yang mencari oksigen untuk membantu pernapasan anggota keluarga yang terdampak ISPA atau sesak napas," ujar seorang penjual di CV Palangka Gas kepada Redaksibengkulu.co.id.

Kondisi ini menggarisbawahi betapa seriusnya ancaman kabut asap terhadap sistem pernapasan warga Palangka Raya. Banyak penduduk yang mengalami gejala seperti sesak napas, batuk-batuk, dan iritasi saluran pernapasan akut, sehingga memerlukan bantuan oksigen portabel di rumah. Kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas di berbagai titik di Kalimantan Tengah menjadi biang keladi utama dari bencana asap tahunan ini, yang kini kembali mencekik warga dan memicu kekhawatiran akan krisis kesehatan.

Related Post