Penerbangan Kacau Balau di AS! Ada Apa Gerangan?

Penerbangan Kacau Balau di AS! Ada Apa Gerangan?

Redaksibengkulu.co.id – Krisis shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS) semakin memperparah kondisi sektor penerbangan. Ribuan penerbangan di berbagai kota mengalami penundaan dan pembatalan akibat banyaknya petugas pengatur lalu lintas udara yang bekerja tanpa gaji. Dampaknya, jutaan penumpang terlantar.

Kondisi ini dipicu oleh absennya sejumlah petugas pengatur lalu lintas udara yang belum menerima gaji, seiring dengan shutdown yang telah berlangsung selama 34 hari. Federal Aviation Administration (FAA) melaporkan adanya penundaan keberangkatan di bandara Dallas dan Austin akibat kekurangan staf. Hampir 2.900 penerbangan dilaporkan tertunda, dan FAA memperingatkan potensi penundaan tambahan di bandara Houston dan Washington.

 Penerbangan Kacau Balau di AS! Ada Apa Gerangan?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dilansir dari Reuters, sekitar 13.000 pengatur lalu lintas udara dan 50.000 petugas keamanan bandara (TSA) tetap bertugas tanpa menerima gaji. Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, bahkan mengisyaratkan kemungkinan penutupan seluruh ruang udara jika situasi dianggap membahayakan. "Jika kami menilai kondisinya tidak aman, kami akan menghentikan seluruh penerbangan. Saat ini belum sampai ke sana, tetapi sudah banyak penundaan serius," tegasnya.

COLLABMEDIANET

FAA mencatat, hampir setengah dari 30 bandara tersibuk di AS kekurangan petugas pada Jumat lalu. Akibatnya, lebih dari 6.200 penerbangan tertunda dan 500 dibatalkan, menjadi hari terburuk sejak shutdown dimulai pada 1 Oktober. Di New York, 80% petugas pengatur lalu lintas udara absen, menyebabkan 65% penundaan penerbangan.

Data dari Airlines for America menunjukkan lebih dari 3,2 juta penumpang terdampak, baik terlambat maupun batal terbang, sejak awal shutdown, termasuk 300 ribu orang pada hari Jumat. Organisasi yang mewakili maskapai besar seperti American Airlines, United, Delta, Southwest, dan JetBlue ini melaporkan bahwa 16% penundaan di bulan Oktober disebabkan oleh kekurangan staf, meningkat tajam dari rata-rata 5% sebelum shutdown. Angka ini melonjak menjadi 79% hanya dalam dua hari pertama November.

Sejumlah maskapai kini mendesak anggota parlemen untuk segera bertindak. CEO United Airlines, Scott Kirby, menyatakan bahwa shutdown yang berkelanjutan mulai menghambat pemesanan tiket dan berpotensi mengganggu musim liburan yang semakin dekat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar