Penyelamat Granito Terungkap! Danantara Siap Bertindak?

Author Image

Hadi Wibawa

1 Juli 2026, 20:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Nasib PT Granito, perusahaan keramik yang sempat diterpa isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, kini menjadi sorotan utama. Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, baru-baru ini bertemu dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026). Pertemuan ini membahas langkah-langkah strategis untuk mencegah PHK, di tengah kabar bahwa Danantara siap menjadi penyelamat PT Granito.

Meskipun pertemuan antara Said Iqbal dan Dony Oskaria tidak secara spesifik membahas rencana pemerintah untuk mengambil alih PT Granito, Said mengungkapkan informasi krusial dari rapat Satuan Tugas (Satgas) PHK sebelumnya. Dalam rapat yang juga dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, nama Danantara disebut-sebut siap memberikan suntikan modal atau bahkan mengambil alih PT Granito jika perusahaan tersebut membutuhkan bantuan untuk menghindari PHK. "Prinsipnya kata Satgas PHK Danantara siap," ujar Said Iqbal.

Penyelamat Granito Terungkap! Danantara Siap Bertindak?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Said juga meluruskan beberapa isu terkait PT Granito. Ia menjelaskan bahwa persoalan harga gas industri yang sebelumnya menjadi momok bagi perusahaan, kini telah menemukan titik terang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menurunkan harga gas industri secara signifikan, dari kisaran US$20-23 per MMBTU menjadi US$13 per MMBTU. Penurunan ini seharusnya meringankan beban biaya operasional. "Dengan demikian, laporan terakhir, 2 hari yang lalu kita rapat Satgas PHK… perusahaan-perusahaan granit dan keramik mereka bisa sementara ini lega di struktur biayanya, dan tidak melakukan PHK," terang Said.

Namun, Said menegaskan bahwa PHK yang terjadi di PT Granito bukanlah akibat harga gas mahal, melainkan murni karena perubahan strategi bisnis. "Granito ini PHK nggak sampai ribuan, ratusan orang ya… ratusan orang ini akibat Granito mau fokus diversifikasi usaha yang lain, yaitu asbes. Jadi dia nggak main di granit lagi," jelasnya. Setelah masalah harga gas teratasi, tantangan baru muncul: persaingan dengan produk impor granit dan keramik yang harganya bisa 50% lebih murah. Isu ini sedang didiskusikan oleh Satgas PHK.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea telah mengungkapkan rencana pemerintah untuk menyelamatkan PT Granito. Menurut Andi Gani, jika pihak pengusaha PT Granito tidak melanjutkan operasionalnya meskipun harga gas telah diturunkan, pemerintah akan mengambil alih perusahaan tersebut. Langkah ini bertujuan untuk memastikan karyawan yang terdampak PHK, termasuk 447 anggota KSPSI, dapat kembali bekerja. "Pemerintah saya tegaskan akan mengambil alih perusahaan tersebut untuk keselamatan para buruh," tegas Andi Gani pada Senin (29/6/2026) di Kantor KSPSI, Jakarta.

Pemerintah memiliki dua opsi utama dalam rencana penyelamatan ini: mengakuisisi PT Granito melalui Danantara, atau mencarikan investor baru. Kedua opsi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha dan melindungi nasib para pekerja di sektor industri keramik.

Related Post