Pertamina Borong Aset Migas di Aljazair!

Author Image

Hadi Wibawa

4 November 2026, 23:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan langkah ekspansi besar di kancah internasional melalui akuisisi hak partisipasi (interest) milik Moeve. Langkah strategis ini menyasar tiga lapangan hidrokarbon onshore yang terletak di Cekungan Berkine, Aljazair.

Transaksi ini dijalankan melalui PT Pertamina Algeria EP (PAEP), perusahaan afiliasi Pertamina di Aljazair. Kerja sama ini melibatkan Cepsa Algérie, S.L.U dan Cepsa (Rhourde El Rouni), S.L.U, yang merupakan anak perusahaan dari raksasa energi asal Spanyol, Moeve. Adapun ketiga lapangan yang menjadi objek akuisisi tersebut adalah Rhourde el Khrouf (RKF), Bir el Msana (BMS), dan Ourhoud (ORD). Saat ini, seluruh proses penyelesaian transaksi tengah berjalan, termasuk menunggu persetujuan resmi dari otoritas berwenang di Aljazair.

Pertamina Borong Aset Migas di Aljazair!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain itu, akuisisi ini bertujuan untuk memperkokoh portofolio bisnis hulu migas Pertamina di pasar global.

"Langkah ekspansi ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan ketahanan energi nasional serta memperkuat portofolio bisnis hulu migas di kancah global," ujar Simon dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/11/2026).

Melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream, perusahaan berupaya mengoptimalkan potensi produksi migas melalui manajemen operasi yang andal dan berkelanjutan. Kehadiran PAEP di Aljazair sejak 2012 menjadi pilar penting bagi Pertamina dalam mengelola investasi migas internasional, terutama melalui kemitraan strategis bersama Sonatrach.

Selain memperluas jangkauan bisnis, investasi ini juga mengusung semangat "Bring the Barrel Home". Konsep ini menekankan pada optimalisasi produksi dari aset-aset luar negeri untuk mendukung ketersediaan pasokan migas di dalam negeri, Indonesia.

Lebih lanjut, Simon menegaskan bahwa PHE sebagai bagian dari Pertamina akan terus menjalankan bisnis hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi integritas, tata kelola perusahaan yang baik, serta transparansi guna menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan bebas dari praktik kecurangan.

Related Post