Produk RI di Malaysia Dibanjiri Boikot!

Author Image

Hadi Wibawa

9 Oktober 2026, 08:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait gelombang seruan boikot terhadap berbagai produk asal Indonesia yang tengah ramai diperbincangkan di Malaysia. Isu ini mencuat setelah sebuah gerakan di media sosial mengajak masyarakat Malaysia untuk berhenti mengonsumsi produk makanan dan minuman (F&B) milik pengusaha Indonesia.

Menanggapi situasi tersebut, Mendag Budi Santoso menilai bahwa fenomena ini kemungkinan besar hanya merupakan reaksi emosional yang bersifat sementara. "Ini mungkin hanya terjadi sesaat saja," ungkap Budi saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Produk RI di Malaysia Dibanjiri Boikot!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pihak Kementerian Perdagangan menegaskan tidak perlu ada kekhawatiran berlebih mengenai stabilitas ekonomi antarnegara. Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Atase Perdagangan serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang bertugas di Malaysia untuk memantau perkembangan di lapangan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan atase perdagangan dan perwakilan KBRI. Sejauh ini tidak ada masalah, semuanya dalam kondisi oke," tambah Budi meyakinkan.

Akar permasalahan ini bermula dari unggahan viral seorang pengguna media sosial dengan akun @mee.zsa. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebarkan daftar panjang merek franchise F&B asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia, mulai dari gerai kopi, teh, hingga es krim. Beberapa nama besar yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Kenangan Coffee, Ai-Cha Ice Cream & Tea, hingga MOMOYO.

Menariknya, alasan boikot ini bukan disebabkan oleh persaingan olahraga, melainkan dipicu oleh isu sensitif terkait penghinaan terhadap institusi kerajaan di Malaysia. Pengunggah menyatakan bahwa tindakan ini diambil sebagai bentuk pembelaan terhadap Raja dan mantan pemimpin Malaysia yang diduga telah dihina oleh oknum netizen Indonesia di media sosial.

"Sebenarnya tidak ada niat untuk ribut dengan orang Indonesia, tapi mengapa mereka menghina Raja kami dan mantan pemimpin kami? Selama ini kami tetap membantu, namun kesabaran warga Malaysia ada batasnya," tulis akun tersebut dalam sebuah utas di platform Threads.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia terus memantau situasi tersebut guna memastikan hubungan perdagangan bilateral antara kedua negara tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika sosial yang terjadi.

Related Post