PTPN Siapkan Gebrakan Sosial Hingga 2030!

Author Image

Hadi Wibawa

8 November 2026, 17:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) tengah mematangkan strategi besar melalui penyusunan peta jalan (roadmap) program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk periode 2026-2030. Langkah strategis ini dirancang untuk memastikan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat tidak hanya bersifat sementara, tetapi memberikan dampak jangka panjang yang nyata.

Dalam peta jalan tersebut, PTPN Group telah menyiapkan sembilan inisiatif utama yang menyentuh berbagai sektor krusial, mulai dari pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas kesehatan, akses pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga isu lingkungan dan inklusivitas sosial.

PTPN Siapkan Gebrakan Sosial Hingga 2030!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur SDM dan Umum PTPN III (Persero), A. Miftahuddin Amin, menegaskan bahwa orientasi program TJSL ke depan harus bergeser dari sekadar pemberian bantuan menjadi penciptaan nilai tambah. Menurutnya, perusahaan tidak boleh hanya terpaku pada angka penyaluran bantuan (output), melainkan harus fokus pada hasil akhir (outcome) yang dirasakan langsung oleh warga.

"Kita harus memastikan setiap program tidak berhenti pada output, tetapi menghasilkan outcome dan dampak yang terukur. Keberhasilan TJSL tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai bantuan yang disalurkan, tetapi dari dampak nyata bagi masyarakat. Kita ingin membangun ekosistem yang mampu mendorong kemandirian dan menciptakan manfaat berkelanjutan," tegas Miftahuddin dalam rapat kerja yang digelar pada Kamis (5/11/2026).

Rencana besar ini mendapat apresiasi positif dari Koordinator Bidang TJSL BP BUMN, Fahrudin. Ia menilai dokumen roadmap 2026-2030 ini akan menjadi kompas utama bagi seluruh unit di lingkungan PTPN Group dalam menjalankan fungsi sosialnya secara terstruktur.

Tak hanya soal penyaluran bantuan, rapat kerja tersebut juga membedah aspek tata kelola, risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance atau GRC) dalam pelaksanaan CSR. Perusahaan juga mulai mengintegrasikan teknologi modern, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan media digital, guna memperkuat strategi komunikasi serta penanganan krisis di masa mendatang.

Kegiatan ini turut menghadirkan para pakar dari berbagai bidang, seperti Dwi Aryani Suryaningrum dari PT LPP Agro Nusantara, Rio Zakarias dari Socialimpact.ID, hingga Suci Hendrina dari PT Paragon Technology and Innovation. Selain diskusi strategis, sebagai bentuk komitmen nyata terhadap lingkungan, rangkaian agenda ini juga ditutup dengan aksi penanaman pohon sebagai simbol keberlanjutan ekosistem.

Related Post