RAHASIA! QRIS Bikin Liburan di Malaysia-Singapura Makin Praktis!

Author Image

Hadi Wibawa

21 September 2026, 00:26 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Era baru pembayaran digital telah tiba bagi para pelancong Indonesia di Malaysia dan Singapura. Berkat inovasi QRIS Cross-Border dari Bank Indonesia, aktivitas transaksi kini semudah memindai kode QR, menghilangkan kerumitan penukaran mata uang dan biaya tersembunyi. Fenomena ini tak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga membawa dampak positif signifikan bagi para pelaku usaha di negeri jiran.

Gustidha, seorang wisatawan asal Indonesia, menjadi saksi nyata kemudahan ini. Di sebuah kedai Nasi Lemak Wanjo di Kampung Baru, Kuala Lumpur, ia hanya perlu mengarahkan ponselnya ke stiker DuitNow. Dalam hitungan detik, transaksi selesai, tanpa perlu uang tunai Ringgit atau kunjungan ke money changer. "Ternyata pas di-scan itu (langsung) tertera nominalnya MYR, jadi kita tinggal nulis aja, nggak harus di-convert-convert dulu berapa, dan lainnya langsung ter-convert sendiri di rekeningnya, kayak pakai QRIS biasa aja," tutur Gustidha, mengungkapkan kepuasannya. Ia menambahkan, transparansi nilai tukar real-time tanpa biaya administrasi tambahan adalah nilai plus yang sangat membantu mobilitasnya.

RAHASIA! QRIS Bikin Liburan di Malaysia-Singapura Makin Praktis!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dampak positif ini turut dirasakan Mohammad Nazri, Pemilik Nasi Lemak Wanjo. Ia menyebut, sekitar 80 persen turis Indonesia di restorannya kini memilih QRIS via DuitNow. "Kami lebih mengalu-alukan (menyambut baik) penggunaan kaedah pembayaran secara begini karena ia lebih memudahkan kami dan juga pengunjung. Tidak perlu membawa tunai, tidak perlu ke money changer. Ini memberi impact yang positif pada perniagaan kami," ujarnya. Senada, Wiwi, pedagang oleh-oleh di Central Market Kuala Lumpur, juga mengakui perubahan signifikan ini. "Kadang-kadang rombongan 1 bus 2 bus, banyak menggunakan QRIS ke sini, karena lebih mudah, enggak usah lagi cari money changer mau tukar rupiah ke ringgit kan. Sekarang banyak ini lebih mudah secara pembelanjaannya. Lebih banyak QRIS daripada cash sekarang," jelas Wiwi, yang kini melihat peningkatan pendapatan karena wisatawan tak lagi batal belanja akibat kendala mata uang lokal.

Tren serupa merambah Singapura, dari Maxwell Food Centre hingga Haji Lane yang populer. Dohartua Parlindungan Sihombing, pemilik toko barang vintage di Haji Lane, mengungkapkan 30 persen pembelinya adalah turis Indonesia yang bertransaksi via QRIS terintegrasi NETS. Ia mencatat, wisatawan Indonesia cenderung belanja besar, rata-rata SGD 200-300 per transaksi, dan lebih menyukai QRIS karena nilai tukar bank yang lebih menguntungkan dibanding money changer. "Mereka tahu kalau kurs di bank lebih bagus dari kursi di money changer. Jadi mereka bilang, karena bank kasih lebih bagus kursi, dan mereka senang, jadi mereka tak payah pegang dompet rupiah banyak-banyak, jadi mereka lebih enteng pakai QRIS dari pembayaran," jelas Dohartua, yang bahkan bisa meraup hingga SGD 10.000 sebulan berkat kemudahan ini.

Bank Indonesia (BI) memegang peran krusial di balik kemudahan ini. Sejak 2023, BI menjalin kerja sama dengan otoritas Malaysia dan Singapura, mengintegrasikan sistem pembayaran QRIS dengan DuitNow dan NETS. Widi Agustin S, Kepala Perwakilan BI Singapura, mengungkapkan data impresif: "Kalau kita lihat data, dari Januari sampai dengan Juli 2026, mungkin untuk seluruh negara yang dipegang oleh KPw Singapura, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand, itu totalnya sudah hampir mencapai 10 juta transaksi." Khusus Singapura, tercatat 407 ribu transaksi hingga Juli. Untuk mengakselerasi adopsi, KPw BI Singapura meluncurkan Gerakan Akseptasi QRIS Antarnegara untuk Digitalisasi dan Akselerasi (GARUDA), melalui edukasi bersama maskapai dan notifikasi SMS kepada wisatawan setibanya di negara tujuan.

Melihat respons positif di ASEAN, BI kini membidik ekspansi ke India, sejalan dengan rencana perluasan transaksi mata uang lokal. "Mungkin jadi akan lebih banyak lagi pemanfaatan QRIS, terutama kalau kita lihat perkembangan turis India juga semakin banyak yang datang ke Indonesia, sehingga itu potensi untuk dikembangkan penggunaan QRIS Antarnegara dengan India," papar Widi. Ke depan, fokus utama bukan hanya infrastruktur, melainkan peningkatan awareness di kalangan pengguna dan merchant, baik di Indonesia maupun negara mitra, untuk memaksimalkan potensi pembayaran digital lintas batas ini.

Related Post