Redaksibengkulu.co.id – Dinamika pasar modal Indonesia kembali menunjukkan pergerakan yang menarik perhatian para investor. Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 0,29% ke level 5.943,02 pada perdagangan Rabu (14/10), sejumlah emiten mencuri perhatian melalui langkah strategis dan aksi korporasi besar.
Salah satu sorotan utama datang dari PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL). Perusahaan ini secara agresif melakukan ekspansi di sektor properti dengan membangun kawasan hunian "Grand Riscon Darmaga" yang berlokasi di Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proyek ambisius ini dijalankan melalui anak usahanya, Repower Global Sinergitama (RGST).

Dalam pelaksanaannya, REAL telah meresmikan kerja sama operasi (KSO) dengan Riscon Group. Proyek ini dirancang khusus untuk menyasar segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta menyediakan unit komersial. Melalui skema bagi hasil, RGST akan mendapatkan porsi laba bersih sebesar 57%, sementara Riscon Group menerima 43%. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar REAL untuk mengejar target pertumbuhan penjualan minimal 20% pada tahun 2026.
Also Read
Tak kalah mengejutkan, PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) juga tengah bersiap melakukan manuver besar. Perusahaan yang sebelumnya dikenal di sektor otomotif ini kini merambah ke industri pengelolaan sampah melalui pengembangan mesin rapid digester SOMYA. Teknologi ini mampu mengubah sampah organik menjadi kompos hanya dalam waktu delapan jam.
Untuk mendukung ekspansi bisnis hijau tersebut, PART telah menyiapkan rencana aksi korporasi yang masif. Perseroan berencana melakukan rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan nilai maksimal mencapai Rp200 miliar pada kuartal I 2027. Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan dana hingga Rp10 miliar untuk program buyback saham guna memperkuat struktur permodalan.
Sementara itu, kabar gembira juga datang dari PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC). Berkat lonjakan laba bersih yang tumbuh signifikan sebesar 51,03% pada semester I 2026, IMPC memutuskan untuk membagikan dividen interim sebesar Rp5 per saham. Total dana yang dikucurkan untuk para pemegang saham mencapai Rp273,43 miliar. Para investor dapat memperhatikan tanggal cum date yang jatuh pada 21 Oktober 2026 untuk mendapatkan hak dividen tersebut.
Kondisi pasar secara keseluruhan menunjukkan bahwa meskipun terdapat tekanan jual dari investor asing yang mencapai Rp1,13 triliun di seluruh pasar, sektor teknologi dan beberapa emiten dengan fundamental kuat tetap mampu memberikan warna positif di bursa tanah air.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan instruksi atau ajakan untuk melakukan transaksi jual atau beli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.




