JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis dalam memperkuat sektor investasi nasional melalui kolaborasi internasional. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan rencana besar untuk membentuk dana kelolaan investasi bersama dengan pihak Mesir melalui skema wealth fund.
Langkah diplomasi ekonomi ini merupakan tindak lanjut nyata dari kunjungan resmi Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, ke Indonesia. Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Presiden Prabowo Subianto menyambut hangat peluang kerja sama ekonomi antara kedua negara.

"Terkait investasi, kami dari Danantara akan menjalin kerja sama mengenai wealth fund, terutama dengan Future Wealth Fund milik mereka," terang Rosan saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (11/10/2026).
Also Read
Meski Rosan belum merinci secara spesifik entitas mana yang akan bermitra dengan Danantara, terdapat indikasi kuat keterlibatan lembaga keuangan besar Mesir. Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksibengkulu.co.id, Mesir baru saja meluncurkan Ahramat Al-Nil Fund pada Juli 2026. Selain itu, Mesir juga memiliki The Sovereign Fund of Egypt (TSFE) yang telah aktif sejak 2018 untuk mendorong kemitraan sektor swasta dan pengembangan aset negara.
Tak hanya fokus pada pengelolaan dana kekayaan, kerja sama bilateral ini juga menyasar sektor hilirisasi komoditas unggulan Indonesia, yakni minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO). Rosan menjelaskan bahwa Mesir menunjukkan minat yang sangat tinggi untuk membangun fasilitas penyulingan (refinery) di wilayah mereka.
"Ada juga potensi kerja sama di bidang kelapa sawit (CPO). Mereka sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan refinery di sana. Hal ini sangat strategis mengingat Mesir merupakan salah satu importir besar minyak sawit dari Indonesia," tambah Rosan.
Melalui sinergi antara Danantara dan lembaga keuangan Mesir, diharapkan Indonesia tidak hanya sekadar menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga mampu memperluas jejak industri pengolahan di pasar global, khususnya di kawasan Afrika Utara.




