RI Panen Cuan! 24 Perjanjian Dagang Bikin Untung?

RI Panen Cuan! 24 Perjanjian Dagang Bikin Untung?

Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Indonesia kini memiliki 24 perjanjian dagang strategis, meliputi Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan 30 negara. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan globalisasi, terutama melalui perluasan akses ke pasar global.

Wamendag Roro menyampaikan hal ini saat menjadi pembicara di 2025 Milken Institute Asia Summit di Singapura. Ia menyoroti pentingnya perjanjian dagang seperti Indonesia-EU CEPA, Indonesia-Kanada CEPA, dan Indonesia-Peru CEPA. Selain itu, Indonesia juga aktif menjajaki pasar non-tradisional, termasuk negara-negara di Afrika seperti Tunisia dan Mozambik.

RI Panen Cuan! 24 Perjanjian Dagang Bikin Untung?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Manfaat dari perjanjian dagang ini sangat signifikan, termasuk menjaga daya saing Indonesia, memberikan akses ekspor bebas tarif, dan meningkatkan volume ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Data menunjukkan bahwa 68,05% ekspor Indonesia ditujukan ke negara-negara mitra FTA, sementara 73,50% impor berasal dari mitra yang sama. Secara kolektif, FTA Indonesia mencakup 34,54% impor global, 26,68% PDB global, dan 47,56% populasi dunia.

COLLABMEDIANET

Akses ekspor ini tidak hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga membuka peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah juga mendorong ekspor jasa di berbagai sektor, termasuk ritel, e-commerce, logistik, perbankan, pariwisata, kuliner, desain, fesyen, dan konstruksi.

Pemerintah terus berupaya membuka kesempatan bagi bisnis dalam negeri untuk berkembang dan melindungi pelaku usaha dari dampak negatif globalisasi. Fokus kebijakan saat ini adalah hilirisasi di sektor industri, perkebunan, dan perikanan, yang diharapkan menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi.

Wamendag Roro juga menekankan pentingnya inovasi dan komitmen terhadap standar internasional bagi pelaku usaha. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, menyumbang lebih dari 60% PDB, dengan partisipasi perempuan yang signifikan, mencapai sekitar 64% UMKM.

Ekspor Indonesia periode Januari-Agustus 2025 mengalami peningkatan sebesar 7,72% mencapai US$ 185,13 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 29,14 miliar, mempertahankan surplus selama 64 bulan berturut-turut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar