RS Kapal Nusa Waluya II Hadir di Kei Besar!

Author Image

Hadi Wibawa

4 November 2026, 02:25 WIB

redaksibengkulu.co.id – Akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia kini semakin membaik. PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui program Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II, resmi berlabuh di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara. Kehadiran kapal medis ini bertujuan untuk memutus keterbatasan layanan kesehatan di daerah yang memiliki tantangan geografis berupa perbukitan dan pemukiman yang tersebar.

Langkah ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pertamina Group dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE). Program ini dirancang khusus untuk menyasar wilayah Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas medis yang memadai.

RS Kapal Nusa Waluya II Hadir di Kei Besar!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur RSK Nusa Waluya II, Tasia Risma Lidya, mengungkapkan bahwa pemilihan Kei Besar didasarkan pada hasil survei lapangan. Meski memiliki populasi yang cukup besar, wilayah ini masih minim akan tenaga medis spesialis. Selama ini, warga harus menempuh perjalanan antar-pulau ke Kei Kecil dengan biaya transportasi yang tidak sedikit hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih lengkap.

"Di Kei Besar, meski penduduknya banyak, ketersediaan dokter spesialis masih sangat terbatas. Fasilitas yang ada saat ini masih kekurangan sumber daya manusia," jelas Tasia pada Selasa (3/11/2026).

RSK Nusa Waluya II bukan sekadar kapal biasa. Fasilitas di dalamnya setara dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C, yang mencakup poliklinik, ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD), laboratorium, farmasi, hingga dua ruang operasi mayor. Kapal ini dijadwalkan beroperasi di Kei Besar sejak 8 September hingga 8 November 2026.

Senada dengan hal tersebut, Pjs Manager CSR PT Pertamina International Shipping, Gustidha Budiartie, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bentuk optimalisasi kapabilitas maritim perusahaan. Sebagai perusahaan transportasi laut, PIS ingin memastikan bahwa konektivitas tidak hanya soal distribusi energi, tetapi juga akses layanan kesehatan.

"Konektivitas sangat krusial bagi masyarakat kepulauan. Kami memanfaatkan armada kapal untuk mendukung akses kesehatan di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat," ujar Gustidha.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 6.000 pasien telah mendapatkan layanan medis di Kei Besar. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak kolaborasi dengan doctorSHARE dimulai. Pihak manajemen menargetkan jumlah pasien yang terlayani dapat menembus angka 10.000 orang hingga masa program berakhir.

Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina Group dalam menjangkau masyarakat di pelosok negeri. Sebelumnya, program serupa juga telah sukses dilaksanakan di wilayah Waigeo dan Distrik Seget, Sorong, yang berhasil melayani ribuan pasien. Melalui sinergi ini, armada kapal diharapkan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi jembatan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Related Post