Rupiah Nyaris Rp 18 Ribu, Airlangga Siapkan Jurus Jitu!

Author Image

Hadi Wibawa

29 September 2026, 05:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Kekhawatiran pasar terhadap pelemahan nilai tukar rupiah semakin nyata, setelah mata uang Garuda kini nyaris menyentuh level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Menanggapi situasi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pemerintah akan mengambil langkah strategis untuk membendung laju depresiasi. Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, dolar AS terpantau menguat 0,32% ke level Rp 17.961, melanjutkan tren penguatan yang sepanjang tahun 2026 telah mencapai 7,67% dari posisi sebelumnya di Rp 17.903.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (28/9/2026), Airlangga menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memonitor secara ketat pergerakan nilai tukar. "Kita monitor dulu. Pemerintah tentu kita akan menggenjot ekspor supaya devisa meningkat," ujarnya, menggarisbawahi upaya peningkatan penerimaan devisa sebagai kunci stabilisasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fundamental ekonomi domestik di tengah gejolak global yang turut memengaruhi nilai tukar mata uang.

Rupiah Nyaris Rp 18 Ribu, Airlangga Siapkan Jurus Jitu!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun demikian, Airlangga optimis terhadap kondisi fundamental makroekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup solid. Ia mengakui bahwa pergerakan nilai tukar tidak semata-mata dipengaruhi oleh fundamental ekonomi, melainkan juga oleh faktor-faktor non-fundamental seperti sentimen pasar. "Kalau kita lihat karena kondisi makro cukup baik, kita lihat aja, kan selalu ada faktor di luar fundamental, faktor sentimental kan ada juga, kita harus mem-balance aja," jelasnya, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara data ekonomi dan persepsi pasar.

Terkait asumsi nilai tukar rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, Airlangga memastikan pemerintah tidak akan melakukan perubahan. Asumsi Rp 17.500 per dolar AS tetap dipertahankan. "Tidak diganti, optimis," tegas Airlangga, menunjukkan keyakinan pemerintah terhadap proyeksi jangka menengah dan kemampuan ekonomi nasional untuk menghadapi tantangan. Hari ini, dolar AS diperkirakan akan bergerak pada rentang Rp 17.940 hingga Rp 17.972, memberikan gambaran volatilitas yang masih perlu diwaspadai.

Related Post