Saham Indofood (ICBP) Anjlok, Masa Depan Gelap?

Saham Indofood (ICBP) Anjlok,  Masa Depan Gelap?

Redaksibengkulu.co.id – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kinerja keuangan positif di semester I 2025, dengan laba bersih dan pendapatan yang tumbuh. Namun, pertumbuhan fundamental ini bertolak belakang dengan pergerakan harga sahamnya yang justru terus melemah sepanjang tahun ini. Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 56% menjadi Rp 5,54 triliun, dibandingkan Rp 3,54 triliun di semester I 2024. Kenaikan ini didorong oleh perbaikan rugi selisih kurs. Penjualan neto konsolidasi juga meningkat 2%, mencapai Rp 37,60 triliun.

Meskipun demikian, margin laba usaha ICBP berada di angka 22,5%, laba usaha justru terkoreksi 5% menjadi Rp 8,48 triliun dari Rp 8,89 triliun. Kenaikan biaya bahan baku menjadi penyebab utama koreksi ini. Hal serupa terjadi pada core profit yang juga turun 5% menjadi Rp 5,37 triliun.

Saham Indofood (ICBP) Anjlok,  Masa Depan Gelap?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim, menyatakan bahwa perseroan tetap fokus pada peningkatan efisiensi operasional di tengah tantangan ekonomi makro dan melemahnya daya beli. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis (31/7/2025).

COLLABMEDIANET

Data perdagangan RTI Business pada Senin (2/9) menunjukkan saham ICBP stagnan di harga Rp 9.200 per lembar, dengan volume transaksi 3,14 juta lembar dan nilai Rp 38,99 miliar. Namun, pergerakan saham ICBP dalam sepekan terakhir menunjukkan pelemahan 1,87%, dan 3,66% dalam sebulan terakhir. Tren negatif ini berlanjut hingga tiga bulan terakhir (16,55%) dan enam bulan terakhir (19,12%), dengan koreksi kumulatif 19,12% sepanjang tahun 2025. Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 17,82 miliar pada Jumat (29/8), menambah total penjualan asing sepanjang tahun 2025 menjadi Rp 1,76 triliun.

Nafan Aji Gusta Utama, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai saham ICBP tengah berada dalam fase major bearish consolidation. Ia menyarankan strategi wait and see sebelum melakukan pembelian. Sementara itu, Muhammad Wafi dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) memprediksi kinerja ICBP masih menantang di semester II 2025, meski program bantuan sosial (bansos) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi penopang. Ia memperkirakan penguatan kembali di tahun 2026, dengan target harga (TP) Rp 12.000.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar