Saham Konglomerat Ini Dikuasai Segelintir Pihak!

Author Image

Hadi Wibawa

23 Oktober 2026, 08:46 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa sejumlah emiten milik grup konglomerasi besar di Indonesia kini masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Kondisi HSC ini merujuk pada situasi di mana mayoritas kepemilikan saham sebuah perusahaan dikuasai secara dominan oleh pihak tertentu atau segelintir pemegang saham saja.

Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 80 saham dari berbagai grup bisnis raksasa masuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi ini. Meski demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan catatan penting agar masyarakat tidak salah tafsir. BEI menegaskan bahwa masuknya sebuah emiten ke dalam kategori HSC bukan berarti perusahaan tersebut melakukan pelanggaran hukum.

Saham Konglomerat Ini Dikuasai Segelintir Pihak!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," tulis pernyataan resmi BEI sebagaimana dikutip pada Jumat (23/10/2026).

Berikut adalah daftar beberapa perusahaan besar yang masuk dalam kategori HSC berdasarkan grup konglomerasinya:

Sinar Mas Group

  • PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) – HSC 99,58%
  • PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) – HSC 99,21%
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) – HSC 95,76%
  • PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) – HSC 99,24%
  • PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) – HSC 95,65%

Salim Group

  • PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) – HSC 98,06%
  • PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) – HSC 94,79%
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII) – HSC 99,69%
  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) – HSC 95,08%

Mayapada Group

  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) – HSC 99,99%
  • PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) – HSC 97,21%
  • PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) – HSC 96,68%

Lippo Group

  • PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) – HSC 99,42%
  • PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) – HSC 96,70%

Grup Lainnya

  • Grup Djarum: PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) – HSC 93,83%
  • Prajogo Pangestu: PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – HSC 97,31%
  • Haji Isam: PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) – HSC 99,95%
  • Babah Alun: PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) – HSC 96,64%

Menanggapi fenomena ini, pengamat pasar modal Hans Kwee menjelaskan bahwa HSC sebenarnya merupakan indikator karakteristik struktur kepemilikan saham. Menurutnya, langkah transparansi ini justru merupakan hal positif yang serupa dengan praktik di bursa internasional, seperti Hong Kong Exchange.

"Penting untuk ditegaskan kepada publik bahwa masuknya suatu saham ke dalam kategori High Shareholding Concentration bukan merupakan bentuk pelanggaran aturan pasar modal, melainkan sebuah indikator karakteristik struktur kepemilikan saham," jelas Hans kepada redaksibengkulu.co.id.

Dengan adanya pengumuman ini, investor diharapkan dapat lebih memahami profil risiko dan struktur kepemilikan dari emiten yang mereka pilih sebelum melakukan transaksi di pasar modal.

Related Post