Singapura Aman! Pasokan Gas Tetap Terkendali

Author Image

Hadi Wibawa

26 Oktober 2026, 00:46 WIB

redaksibengkulu.co.id – Pemerintah Singapura melalui Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) memberikan jaminan resmi terkait stabilitas energi di negara tersebut. Meski terdapat kebijakan pengurangan ekspor gas dari Indonesia, Menteri Tan See Leng menegaskan bahwa kondisi pasokan gas domestik Singapura saat ini masih dalam keadaan aman dan tidak berada dalam situasi krisis.

Tan See Leng menyatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi dampak dari berkurangnya volume gas yang masuk. Berdasarkan data yang dihimpun, pengurangan pasokan dari Indonesia diperkirakan mencapai 17 miliar British Thermal Unit per day (BBTUD) untuk jangka waktu 18 hari ke depan. Namun, angka tersebut dinilai tidak signifikan karena hanya mewakili kurang dari 2% dari total kebutuhan gas harian untuk sektor pembangkit listrik di Singapura.

Singapura Aman! Pasokan Gas Tetap Terkendali
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya ingin meyakinkan masyarakat Singapura bahwa kita memiliki pasokan gas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kita. Pengurangan ini hanya berdampak kecil, dan kami memiliki cadangan pengganti yang memadai dari sumber lain, termasuk LNG," ujar Tan See Leng sebagaimana dikutip dari laman resmi METI, Minggu (25/10/2026).

Terkait aspek legalitas, pasokan gas Singapura dikelola melalui kontrak komersial antara Gas Supply Pte Ltd (GSPL) sebagai importir utama dengan para pemasok di Indonesia. Pihak pemerintah melalui GSPL kini tengah melakukan komunikasi intensif dengan para pemasok untuk mengevaluasi apakah pengurangan ini merupakan bentuk pelanggaran kontrak atau tidak. Jika terbukti ada ketidaksesuaian, langkah pemulihan komersial akan segera diambil.

Guna menjaga ketahanan energi jangka panjang, Singapura telah menyiapkan berbagai strategi mitigasi. Langkah tersebut meliputi diversifikasi sumber gas alam dari berbagai negara, pemeliharaan fasilitas cadangan LNG, hingga memastikan kesiapan Singapore GasCo untuk melakukan impor tambahan kapan pun dibutuhkan.

Selain itu, perusahaan pembangkit listrik di Singapura juga diinstruksikan untuk memperkuat cadangan diesel sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan yang lebih besar. Dalam jangka menengah, pemerintah Singapura tengah mempercepat pembangunan terminal LNG kedua dan melakukan diversifikasi bauran energi nasional.

"Di masa lalu, kita telah berhasil menangani situasi pengurangan pasokan serupa dengan lancar tanpa kendala. Pemerintah akan terus memastikan keandalan dan ketahanan pasokan energi Singapura tetap terjaga," tutup Tan See Leng, seraya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

Related Post