Sinyal Damai AS-Iran, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas!

Author Image

Hadi Wibawa

3 November 2026, 08:25 WIB

JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa pasar energi global tengah mengalami guncangan hebat setelah munculnya angin segar terkait potensi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kabar mengenai peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi ini langsung memicu aksi jual besar-besaran, yang mengakibatkan harga minyak mentah dunia merosot tajam hingga menyentuh angka 7 persen pada penutupan perdagangan Senin (2/11).

Berdasarkan data pasar, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS mengalami koreksi signifikan sebesar 7,4 persen, sehingga ditutup pada level US$ 96,46 per barel. Ini merupakan rekor penurunan harian terdalam sejak akhir Juli lalu. Senada dengan WTI, minyak jenis Brent juga ikut terseret turun sebesar 7,6 persen ke posisi US$ 104,77 per barel.

Sinyal Damai AS-Iran, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Anjloknya harga ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengindikasikan adanya keinginan dari pihak Iran untuk mencapai sebuah kesepakatan. Trump menilai bahwa jalan damai sangat mungkin untuk ditempuh guna meredam ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Senada dengan Presiden, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa pemerintah AS sebenarnya lebih mengedepankan opsi meja perundingan dibandingkan opsi militer. Meski Trump sempat menyatakan tidak akan melakukan serangan terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu AS, pasar sebelumnya sempat berspekulasi akan adanya eskalasi militer pasca-pemilu yang sempat melonjakkan harga minyak hingga 10 persen pada Oktober lalu.

"Presiden memiliki keyakinan bahwa jika tindakan militer diperlukan, kita memiliki kemampuannya. Namun, prioritas utama kita adalah menyelesaikannya secara damai," ungkap Rubio sebagaimana dikutip dari redaksibengkulu.co.id, Selasa (3/11/2026).

Di sisi lain, pihak Teheran juga menunjukkan keterbukaan yang sama. Melansir kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintah tengah berupaya keras menyelesaikan persoalan melalui dialog. Ia menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah memberikan mandat kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah diplomasi tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menambahkan bahwa kesepakatan dengan AS sangat terbuka lebar, asalkan Washington menunjukkan itikad baik. Iran berharap AS dapat mencabut sanksi ekonomi, mengurangi intensitas kehadiran militer di kawasan, serta menghentikan blokade yang selama ini menyulitkan mereka. Saat ini, para mediator tengah mendalami proposal yang telah diajukan Iran pada Sidang Umum PBB bulan September lalu.

Related Post