Solar Rusia Masuk AS, Trump Berhasil!

Author Image

Hadi Wibawa

24 Oktober 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Sebuah pergeseran geopolitik energi yang mengejutkan terjadi setelah tercapainya kesepakatan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump. Rusia secara resmi mulai mengirimkan pasokan solar ke Amerika Serikat (AS), menandai babak baru dalam hubungan dagang energi kedua negara setelah sempat terputus akibat sanksi ketat.

Berdasarkan data pelacakan kapal yang dihimpun oleh redaksibengkulu.co.id, sebuah kapal tanker berukuran sedang berbendawa Malta, Agioi Fanendes, terpantau telah bertolak dari Pelabuhan Primorsk di kawasan Laut Baltik, Rusia, pada 22 Oktober lalu. Kapal tersebut mengangkut sekitar 40.000 metrik ton solar dengan kadar sulfur sangat rendah dan dijadwalkan akan bersandar di New York pada 7 November mendatang.

Solar Rusia Masuk AS, Trump Berhasil!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Langkah ini menjadi sejarah penting, mengingat Amerika Serikat sebelumnya telah melarang total impor produk minyak dari Rusia sejak tahun 2022 di bawah pemerintahan Joe Biden. Namun, kebijakan tersebut kini melunak menyusul langkah strategis Trump yang ingin menekan lonjakan harga diesel di dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi menjelang pemilihan umum paruh waktu (midterm election) AS pada 3 November mendatang.

Dalam kesepakatan ini, Trump juga memberikan pengecualian khusus terhadap beberapa poin dalam undang-undang sanksi terhadap Rusia. Di sisi lain, ia memberikan peringatan keras kepada negara-negara Eropa; Trump mengancam akan menghentikan ekspor solar AS ke kawasan tersebut jika mereka tidak segera menggunakan cadangan darurat guna membantu menurunkan harga pasar.

Melansir informasi dari Kremlin, juru bicara Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa pengiriman perdana ini telah berjalan sesuai rencana. Meski tidak merinci secara spesifik tujuan akhir seluruh muatan, Peskov menegaskan bahwa Kementerian Energi Rusia telah memastikan kapal pertama telah berangkat menuju pembelinya dan pengiriman berikutnya akan dilakukan secara konsisten.

Sebelumnya, pada awal Oktober, Trump telah mengumumkan rencana besar bahwa Rusia akan segera menyuplai 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan global. Skema ini akan terus berlanjut dengan tambahan 500.000 ton pada November, disusul dengan pengiriman masif sebesar 1 juta ton dalam waktu dekat.

Kesepakatan ini juga menandai berakhirnya kebijakan larangan ekspor diesel sepihak yang sebelumnya diterapkan oleh Rusia, sekaligus meruntuhkan tembok embargo produk minyak Rusia yang sempat diberlakukan secara penuh oleh Uni Eropa sejak Februari 2023 akibat konflik di Ukraina.

Related Post