Solusi Hunian Murah & Modal UMKM!

Author Image

Hadi Wibawa

7 Oktober 2026, 17:25 WIB

redaksibengkulu.co.id – bank bjb kembali menegaskan perannya sebagai pilar utama dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di sektor perumahan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui sosialisasi masif mengenai Kredit Program Perumahan (KPP) dan Rumah Subsidi yang digelar di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Oman Syahroni ini bertujuan untuk memperluas jangkauan masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan hunian sekaligus memberikan napas baru bagi para pelaku UMKM. Melalui inisiatif ini, bank bjb ingin memastikan bahwa akses terhadap rumah layak huni dan modal usaha dapat dinikmati secara merata.

Solusi Hunian Murah & Modal UMKM!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini sangat krusial untuk mengedukasi warga mengenai manfaat pembiayaan produktif bersubsidi. Salah satu fokus utamanya adalah Kredit Program Perumahan (KPP) yang dirancang untuk mendukung ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang menjalankan usaha di rumah tinggalnya.

"Kami ingin masyarakat sadar akan manfaat program pembiayaan produktif ini. KPP memiliki peran vital dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, termasuk bagi warga yang menjadikan tempat tinggal sebagai basis usaha mereka," ungkap Irwan dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Data menunjukkan pertumbuhan signifikan pada portofolio KPR Sejahtera FLPP milik bank bjb. Hingga awal Oktober 2026, tercatat sebanyak 41.383 debitur telah memanfaatkan fasilitas ini dengan total outstanding mencapai Rp4,935 triliun. Khusus pada periode Januari hingga Oktober 2026 saja, bank bjb telah mencairkan plafon sebesar Rp404,98 miliar untuk 2.492 debitur baru.

Tak hanya soal kepemilikan rumah, bank bjb juga aktif dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Di Kabupaten Subang sendiri, terdapat 1.327 penerima manfaat yang dibantu untuk memiliki hunian lebih sehat dan layak. Menariknya, program Bedah Rumah ini juga memberikan efek domino ekonomi bagi warga lokal, seperti toko bangunan dan tukang setempat yang terlibat dalam proses renovasi.

Irwan menambahkan, hingga September 2026, bank bjb telah menyalurkan Program Bedah Rumah kepada lebih dari 25 ribu penerima bantuan. "Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kami berharap program ini terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Dalam skema KPP, bank bjb membaginya menjadi dua kategori utama:

  1. KPP Supply: Ditujukan bagi ekosistem penyedia perumahan seperti pengembang (developer), perusahaan konstruksi, hingga toko material.
  2. KPP Demand: Menyasar pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau memperbaiki rumah yang sekaligus berfungsi sebagai tempat usaha.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Deputi Komisioner BP Tapera Sid Herdi Kusuma, serta jajaran pimpinan daerah seperti Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi.

Dengan semangat memperluas akses dan mendorong pertumbuhan, bank bjb berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun hunian yang layak sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

Related Post