redaksibengkulu.co.id – Perum BULOG secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan jagung nasional. Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan ekosistem kemitraan yang menghubungkan langsung antara petani, koperasi, hingga peternak ayam petelur guna menciptakan rantai pasok yang lebih tangguh.
Upaya ini menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan yang digelar di Kementerian Pertanian RI. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, bersama jajaran direksi lainnya untuk membahas mekanisme perlindungan bagi produsen maupun konsumen jagung.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kunci keberhasilan ketahanan pangan terletak pada keseimbangan antara kesejahteraan petani dan kebutuhan peternak. Ia menekankan pentingnya sebuah sistem terintegrasi agar saat panen raya tiba, harga jagung di tingkat petani tidak anjlok akibat melimpahnya produksi.
Also Read
"BULOG dipersiapkan sebagai penyangga (buffer) yang bertugas menyerap kelebihan produksi saat panen melimpah, mengelolanya dalam cadangan, dan menyalurkannya kembali saat peternak membutuhkan pasokan. Fokus utama kita adalah melindungi kepentingan petani dan peternak Indonesia agar usaha mereka tetap berkelanjutan," ungkap Amran dalam keterangan resminya.
Dalam skema yang direncanakan, pemerintah mendorong pembentukan kemitraan berbasis koperasi. Dengan target pengembangan lahan seluas 300 ribu hektare, produksi jagung diproyeksikan mencapai 2,1 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, sekitar 1,8 juta ton akan dialokasikan untuk kebutuhan pakan melalui koperasi, sementara surplus sebesar 300 ribu ton akan diserap oleh BULOG sebagai offtaker.
Untuk mengoptimalkan penyerapan surplus ini, pemerintah akan memanfaatkan sistem Resi Gudang. Cadangan jagung yang terkumpul nantinya akan dikelola melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sehingga harga pakan di tingkat peternak tetap terkendali meski di tengah fluktuasi pasar.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen instansinya untuk menjalankan mandat pemerintah dalam pengelolaan stok dan distribusi yang terintegrasi.
"Kami ingin membangun sistem yang saling menguatkan. Saat petani panen melimpah, ada kepastian pasar melalui penyerapan oleh BULOG. Sebaliknya, saat peternak membutuhkan bahan baku pakan, BULOG hadir menyediakan pasokan melalui skema stabilisasi yang tepat sasaran," tegas Rizal.
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa integrasi ini tidak berhenti pada jagung saja, melainkan akan menyentuh aspek hilirisasi hasil peternakan. Salah satunya adalah penyerapan produksi telur dari peternak skala mikro dan kecil untuk memenuhi pasar reguler serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produk telur ini juga direncanakan akan diolah menjadi bentuk cair maupun tepung untuk memperluas jangkauan pasar domestik hingga potensi ekspor.
Melalui sinergi kuat antara Kementerian Pertanian, koperasi, dan kelompok tani, diharapkan tata niaga jagung nasional menjadi lebih efisien, memberikan nilai tambah bagi seluruh pelaku usaha, serta menjaga stabilitas harga pangan nasional secara jangka panjang.




