JAKARTA – Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa PT Pertamina Hulu Energi (PHE) tengah mengambil langkah agresif dalam mempercepat penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS). Langkah strategis ini diambil guna mendukung percepatan transisi energi di kawasan regional, mengingat Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat masif.
Data menunjukkan bahwa potensi penyimpanan CO2 nasional diperkirakan mencapai 578 gigaton yang tersebar di 20 cekungan (basin) produktif. Hingga saat ini, PHE telah mengoperasikan 10 program dengan total injeksi karbon mencapai 5.671 ton CO2 ekivalen. Salah satu tonggak sejarah penting adalah keberhasilan injeksi CO2 perdana di Lapangan Sukowati pada Desember 2023, yang nantinya akan dilanjutkan dengan studi uji coba interwell CO2 Enhanced Oil Recovery (EOR) pada tahun 2025 mendatang.

Tidak hanya berhenti pada proyek skala pilot, PHE juga tengah menjalin kolaborasi dengan ExxonMobil untuk mengembangkan proyek CCS Hub berskala regional pertama di Asri Basin. Proyek ambisius ini dirancang secara terintegrasi, mulai dari pengangkutan Liquid CO2 (LCO2), pembangunan terminal penerimaan, jaringan pipa lepas pantai, sumur injeksi, hingga fasilitas penyimpanan permanen.
Also Read
Direktur Investasi & Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, mengungkapkan bahwa Asri Basin memiliki potensi penyimpanan yang sangat besar, yakni sekitar 2,9 gigaton. Lokasinya yang berada di lepas pantai sangat strategis karena dekat dengan pusat emisi domestik dan memiliki akses pelayaran yang mumpuni, sehingga menjadikannya prioritas utama sebagai pusat injeksi karbon.
"Asri CCS Hub mengombinasikan kapasitas penyimpanan yang masif dengan lokasi strategis serta konsep rantai transportasi yang lengkap. Secara teknis, tempat penyimpanan yang ideal juga harus memenuhi kelayakan komersial dan kesiapan institusional," jelas Dannif dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2026).
Ia menambahkan bahwa kerangka regulasi di Indonesia kini sudah semakin matang untuk mendukung proyek ini. Sejak 2023, pemerintah telah menerbitkan berbagai aturan penting, seperti Peraturan Menteri ESDM No. 2/2023 hingga Peraturan Presiden No. 14/2024 mengenai CCS lintas batas (cross-border), yang mencakup tata kelola nilai ekonomi karbon.
Melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak dari Korea Selatan—termasuk investor, penyedia teknologi, hingga perusahaan pelayaran—PHE optimis Asri CCS Hub akan menjadi platform injeksi karbon prioritas yang memberikan keuntungan ekonomi bagi kedua negara.
Dalam menjalankan operasionalnya, Pertamina Hulu Energi berkomitmen penuh pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE terus berinvestasi pada pengelolaan bisnis hulu migas yang berkelanjutan, sembari memperkuat budaya kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang transparan guna mencegah praktik kecurangan (fraud) di lingkungan kerja.




