Redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa geliat industri furnitur di Jepara, Jawa Tengah, kini tengah bersiap melakukan lompatan besar menuju pasar internasional. Para pengrajin di kawasan Bandengan, Jepara, terlihat sedang sibuk melakukan tahap penyelesaian akhir (finishing) pada berbagai produk mebel berkualitas tinggi guna memastikan setiap detail memenuhi standar ketat permintaan mancanegara.
Langkah ini sejalan dengan ambisi besar yang diusung oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI). Organisasi ini memproyeksikan nilai ekspor sektor mebel dan kerajinan nasional akan melonjak drastis. Target jangka menengah yang ditetapkan adalah mencapai angka 6 miliar dolar AS pada tahun 2031 mendatang.

Tidak berhenti di situ, HIMKI juga telah menyusun peta jalan jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Dalam visi jangka panjangnya, industri mebel nasional ditargetkan mampu menyumbang pendapatan ekspor hingga mencapai angka fantastis, yakni 25 miliar dolar AS pada tahun 2045.
Also Read
Upaya peningkatan kualitas produksi di pusat-pusat kerajinan seperti Jepara menjadi kunci utama dalam mengejar target tersebut. Dengan memastikan produk lokal memiliki daya saing tinggi, diharapkan industri mebel nasional tidak hanya sekadar menjadi pemain lokal, tetapi mampu mendominasi pasar furnitur dunia di masa depan.




