Target Ambisius GEMS & Ekspansi BBRM!

Author Image

Hadi Wibawa

2 Oktober 2026, 08:46 WIB

redaksibengkulu.co.id – Kondisi pasar modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (1/10) terpantau masih belum menunjukkan tren positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela merosot 1,02% ke level 6.009,50. Tekanan jual dari investor asing yang mencapai Rp241,86 miliar di seluruh pasar menjadi salah satu pemicu utama melemahnya indeks, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti GOTO, BBCA, dan BBRI.

Meski sektor teknologi mengalami koreksi tajam hingga 3,93%, sektor energi justru menunjukkan resiliensi dengan penguatan tipis sebesar 0,31%. Di tengah fluktuasi pasar, sejumlah emiten justru mencuri perhatian melalui langkah strategis dan rencana ekspansi besar-besaran.

Target Ambisius GEMS & Ekspansi BBRM!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

GEMS Bidik Target Produksi Batu Bara Fantastis

Emiten batu bara, GEMS, secara agresif memasang target produksi dan penjualan hingga 58 juta ton pada tahun 2026 mendatang. Target ambisius ini merupakan peningkatan dari realisasi produksi tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 54,95 juta ton, atau naik sekitar 8,38% dari tahun sebelumnya.

Langkah ini diambil di tengah kebijakan pemerintah yang berupaya menjaga total produksi batu bara nasional agar tetap berada di bawah ambang 700 juta ton. Meski menghadapi tantangan berupa potensi perlambatan permintaan dari raksasa pasar seperti China dan India, GEMS telah menyiapkan strategi diversifikasi pasar. Selain mengandalkan pasar domestik yang menyumbang 35% penjualan, perusahaan kini mulai melirik Filipina sebagai pasar alternatif guna menjaga stabilitas performa bisnisnya.

BBRM Perkuat Armada Lewat Akuisisi Kapal Baru

Di sektor pelayaran, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) baru saja memperkuat lini bisnisnya dengan merampungkan pembelian kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) MP Maverick dari Great Union China Limited. Transaksi senilai USD12,10 juta ini dilakukan melalui skema pinjaman investasi dari Bank IBK sebesar Rp120 miliar.

Menariknya, harga perolehan kapal tersebut dinilai sangat menguntungkan karena berada di bawah nilai pasar yang ditaksir mencapai Rp230,91 miliar. Penambahan armada ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan dari segmen kapal penunjang lepas pantai, yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan dengan kontribusi mencapai lebih dari 93%.

Langkah Korporasi BRNA Melalui Rights Issue

Sementara itu, PT Berlina (BRNA) tengah bersiap melakukan aksi korporasi melalui rights issue atau PMHMETD III. Perusahaan berencana menerbitkan hingga 543,95 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp685 per saham, yang berpotensi meraup dana maksimal Rp372,61 miliar.

Sebagai pelengkap, BRNA juga akan membagikan Waran Seri I secara cuma-cuma dengan rasio 3:1. Sebagian besar dana yang dihimpun nantinya akan dialokasikan untuk melunasi utang kepada pemegang saham utama, PT Dwi Satrya Utama (DSU), melalui mekanisme konversi utang menjadi saham. Sisa dana tunai lainnya akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional perusahaan.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan perintah beli atau jual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan risiko yang ada.

Related Post