redaksibengkulu.co.id – Ambisi pemerintah untuk mencapai rasio elektrifikasi nasional sebesar 100 persen pada tahun 2029 tampaknya masih menghadapi tantangan nyata di lapangan. Di tengah upaya percepatan akses energi tersebut, sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di Desa Lagan Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, dilaporkan masih hidup dalam kegelapan tanpa akses listrik sama sekali.
Kondisi memprihatinkan ini terpantau di Dusun Suka Jaya, di mana aktivitas warga sangat bergantung pada cahaya lilin yang temaram. Keterbatasan energi ini memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan cara-cara tradisional demi menjalankan rutinitas harian, mulai dari keperluan dapur hingga kebutuhan dasar lainnya di malam hari.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Desa Lagan Ulu, puluhan keluarga yang belum tersentuh aliran listrik ini tersebar di dua dusun berbeda. Hal ini menjadi potret nyata adanya kesenjangan akses energi, terutama bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pelosok yang belum terjangkau oleh jaringan kabel PLN.
Also Read
Ketidakhadiran listrik bukan sekadar masalah penerangan, melainkan hambatan besar bagi kemajuan kualitas hidup warga. Tanpa listrik, sektor pendidikan anak-anak terhambat, serta roda ekonomi rumah tangga sulit untuk berkembang secara optimal, terutama saat matahari telah terbenam.
Hingga saat ini, warga Desa Lagan Ulu masih menaruh harapan besar agar pemerintah segera melakukan intervensi dan memperluas jangkauan jaringan listrik ke wilayah mereka. Mereka berharap janji pemerataan energi dapat segera dirasakan agar kehidupan sosial dan ekonomi di desa tersebut dapat bergerak maju selaras dengan target nasional.




