Terbongkar! Hasil Mengejutkan Pertemuan Trump-Xi!

Author Image

Hadi Wibawa

27 September 2026, 08:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping baru-baru ini menggelar pertemuan tingkat tinggi di Washington pada 23-25 September 2026. Kunjungan kenegaraan yang sarat makna ini menghasilkan perkembangan penting, terutama terkait perpanjangan gencatan perang dagang yang telah lama menjadi sorotan global antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, secara resmi mengumumkan bahwa kedua negara telah menyepakati perpanjangan gencatan perang dagang selama dua bulan, berlaku hingga 10 Januari 2027. Durasi perpanjangan ini lebih singkat dari perkiraan awal yang mencapai enam bulan, mengindikasikan bahwa persoalan perdagangan masih akan menjadi agenda krusial dan bahan negosiasi intensif dalam pertemuan-pertemuan mendatang. Kesepakatan sebelumnya, yang dicapai setelah pertemuan Trump dan Xi di Busan, Korea Selatan, mencakup penurunan tarif oleh AS serta penangguhan pembatasan ekspor mineral tanah jarang dan mineral kritis oleh China.

Terbongkar! Hasil Mengejutkan Pertemuan Trump-Xi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di tengah rangkaian seremoni dan diskusi serius, Presiden Xi Jinping juga memberikan isyarat diplomatik yang hangat dengan menjanjikan pengiriman sepasang panda ke kebun binatang di Atlanta, sebuah tradisi "diplomasi panda" yang kerap dilakukan China.

Dalam kesempatan tersebut, Xi Jinping turut menyinggung istilah "Thucydides Trap," sebuah konsep yang merujuk pada risiko konflik inheren ketika kekuatan baru yang sedang berkembang menantang dominasi kekuatan yang sudah mapan. Ia menegaskan bahwa AS dan China dapat mengelola persaingan secara sehat tanpa harus berujung pada konfrontasi. Menurut Xi, persaingan seharusnya dipandang sebagai perlombaan untuk saling mengejar kemajuan, bukan pertarungan yang mengharuskan satu pihak menang dan pihak lainnya kalah.

Isu-isu sensitif lainnya juga tak luput dari pembahasan. Berdasarkan keterangan dari pemerintah China, Presiden Xi meminta AS untuk menentang kemerdekaan Taiwan. Namun, hingga berita ini diturunkan, Presiden Trump belum memberikan komentar publik mengenai posisi AS terkait Taiwan dalam rangkaian pertemuan tersebut. Situasi di Timur Tengah juga menjadi topik diskusi, meskipun keterangan resmi dari China tidak secara spesifik menyebutkan perang Iran.

Kunjungan Xi Jinping ke Washington disambut dengan sangat meriah oleh Presiden Trump. Trump secara pribadi menjemput Xi di bandara, menggelar jamuan makan malam kenegaraan, hingga mengajak kunjungan ke National Archives, serta menyajikan berbagai atraksi militer besar-besaran. Kedua pemimpin diperkirakan akan kembali bertemu dalam KTT APEC di Shenzhen, China, pada November mendatang, dan KTT G20 di Miami pada Desember, di mana kelanjutan negosiasi perdagangan dan isu-isu geopolitik lainnya diprediksi akan kembali mendominasi agenda.

Related Post