Terbongkar! Pertamina Ubah Gas Beracun Jadi Energi!

Author Image

Hadi Wibawa

23 September 2026, 17:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id – PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), berhasil mencetak inovasi monumental di Lapangan Jatibarang, Indramayu. Mereka sukses menyulap gas alam yang kaya akan kandungan karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S) menjadi sumber energi bersih yang siap pakai. Terobosan ini, yang diimplementasikan di Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP-ABG), menandai langkah maju signifikan dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi emisi.

Lapangan Jatibarang sendiri merupakan salah satu penopang produksi minyak dan gas bumi (migas) Indonesia, dengan ratusan sumur yang secara konsisten menghasilkan sekitar 11.000 barel minyak mentah per hari (BOPD). Namun, di balik potensi minyaknya, lapangan ini juga menyimpan cadangan gas alam yang melimpah ruah. Sayangnya, cadangan gas ini datang dengan tantangan besar: tingkat pengotor (impurities) yang sangat tinggi, mencapai 65% CO2 dan H2S, menjadikannya sulit untuk dimanfaatkan secara langsung.

Terbongkar! Pertamina Ubah Gas Beracun Jadi Energi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menjawab tantangan tersebut, Pertamina EP mengaplikasikan serangkaian teknologi canggih. Melalui kombinasi CO2 Removal Package yang menggunakan sistem amine (MDEA), Gas Dehydration Unit (DHU) atau Unit Dehidrasi, serta Thermal Oxidation (TOX), SP-ABG kini mampu memproses gas mentah berkadar pengotor tinggi tersebut. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah 10 hingga 11 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD) gas umpan.

Hasilnya sungguh luar biasa. Dari volume gas mentah yang diproses, SP-ABG berhasil memproduksi 3,3 hingga 3,5 MMSCFD gas bersih yang memenuhi standar kualitas untuk dialirkan sebagai sumber energi. Ini merupakan demonstrasi nyata bagaimana teknologi dapat mengubah limbah menjadi berkah, memanfaatkan sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak ekonomis atau bahkan berbahaya.

Tidak berhenti pada pencapaian saat ini, Pertamina EP telah merancang rencana ekspansi ambisius. Mereka menargetkan peningkatan kapasitas pemrosesan hingga 22 MMSCFD gas umpan, dengan tujuan akhir menghasilkan 8 MMSCFD gas bersih. Realisasi target ini akan melalui sejumlah tahapan teknis krusial, termasuk penyelesaian rekomendasi untuk fasilitas Thermal Oxidizer (TOX) yang akan meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional.

Keberhasilan inovasi pengolahan gas di SP-ABG ini tidak hanya berdampak lokal. Proyek ini diproyeksikan sebagai proyek percontohan (pilot project) yang memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai proyek raksasa nasional lainnya yang menghadapi karakteristik gas alam serupa, seperti Blok Natuna yang juga dikenal memiliki kandungan CO2 tinggi. Ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mencari solusi berkelanjutan untuk tantangan energi Indonesia, membuka jalan bagi pemanfaatan sumber daya alam yang lebih efisien dan ramah lingkungan di masa depan.

Related Post