Terkuak! KSP dan HK Ngebut Selesaikan Tol Binjai-Langsa!

Author Image

Hadi Wibawa

26 September 2026, 20:46 WIB

Redaksibengkulu.co.id — Proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Binjai-Langsa kembali menjadi sorotan. Kendala pengadaan lahan yang menghambat kelancaran pembangunan ruas vital ini, khususnya di koridor Binjai-Pangkalan Brandan, kini ditangani serius oleh Kantor Staf Presiden (KSP) bersama PT Hutama Karya (Persero), Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Pertemuan koordinasi ini bertujuan mencari solusi konkret agar proyek dapat terus berjalan optimal.

Fokus utama pembahasan mengerucut pada penyelesaian aspek pengadaan tanah, terutama di titik akses Pangkalan Brandan yang krusial. Kecepatan penanganan masalah ini menjadi kunci agar tahapan konstruksi dapat dieksekusi tanpa hambatan berarti, memastikan progres pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.

Terkuak! KSP dan HK Ngebut Selesaikan Tol Binjai-Langsa!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. "Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait mengenai kondisi di lokasi akses Pangkalan Brandan. Dukungan dan sinergi antar-pemangku kepentingan sangat kami harapkan agar penyelesaian konstruksi di lokasi tersebut dapat kami laksanakan sesuai kaidah teknis dan ketentuan yang berlaku," ungkap Iwan, seperti dikutip Redaksibengkulu.co.id pada Sabtu (26/9/2026).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memberikan dorongan kuat. Ia menekankan pentingnya agar JTTS Ruas Binjai-Langsa, khususnya koridor Binjai-Pangkalan Brandan, telah memenuhi seluruh kaidah teknis jalan tol sebelum periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. "Ini krusial untuk menjamin keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan bagi para pengguna jalan," tegas Dudung.

Selain fokus pada koridor Binjai-Pangkalan Brandan, Plt. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur juga turut memohon dukungan penuh dari Kepala Staf Kepresidenan untuk mempercepat kelanjutan pembangunan ruas Pangkalan Brandan-Langsa, demi mewujudkan konektivitas tol yang utuh.

Jalan Tol Binjai-Langsa sendiri dirancang membentang sepanjang sekitar 130,7 kilometer dan terbagi menjadi lima seksi utama. Seksi-seksi tersebut meliputi Seksi 1 Binjai-Stabat, Seksi 2 Stabat-Tanjung Pura, Seksi 3 Tanjung Pura-Pangkalan Brandan, Seksi 4 Pangkalan Brandan-Kuala Simpang, serta Seksi 5 Kuala Simpang-Langsa. Dari total panjang tersebut, sekitar 57,5 kilometer yang membentang hingga Pangkalan Brandan telah beroperasi penuh, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, persiapan pembangunan menuju Kuala Simpang dan Langsa terus digenjot untuk menyambungkan konektivitas JTTS dari Sumatra Utara hingga ke Aceh. Apabila seluruh ruas telah tersambung sepenuhnya hingga Langsa, jalan tol ini dipastikan akan memperkuat integrasi jaringan transportasi di wilayah utara Pulau Sumatera secara signifikan. Kehadirannya diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu perjalanan, memperlancar mobilitas masyarakat, dan distribusi barang serta jasa, tetapi juga membuka akses yang lebih luas menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi strategis di sepanjang koridor Sumatra Utara-Aceh, mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Related Post