Terkuak! Trump & Xi Pangkas Tarif US$30 Miliar, AI Dibahas!

Author Image

Hadi Wibawa

28 September 2026, 00:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Kabar mengejutkan datang dari kancah diplomasi global. China dan Amerika Serikat baru-baru ini mencapai konsensus signifikan, menyepakati pemangkasan tarif timbal balik senilai fantastis US$30 miliar, atau setara dengan Rp 531 triliun. Kesepakatan monumental ini dicapai dalam pertemuan empat mata antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di Washington, yang juga membuka jalan bagi dialog krusial mengenai kecerdasan buatan (AI).

Kesepakatan ini, yang menjadi bagian integral dari delapan poin konsensus penting, terjalin selama kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Washington untuk berdialog langsung dengan Presiden Donald Trump. Dilansir dari laporan CNBC, Kementerian Luar Negeri China turut mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak sepakat untuk membentuk dewan perdagangan bilateral dan memperpanjang hasil pembicaraan yang sebelumnya telah dilakukan di Kuala Lumpur.

Terkuak! Trump & Xi Pangkas Tarif US Miliar, AI Dibahas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Konsensus ini juga menjadi kelanjutan dari rencana perpanjangan gencatan senjata perang dagang yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 10 November mendatang. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyambut baik perkembangan ini, menyatakan bahwa tenggat waktu yang lebih panjang akan memberikan ruang dan waktu yang cukup untuk merumuskan kesepakatan perdagangan yang berpotensi lebih besar dan saling menguntungkan bagi kedua raksasa ekonomi dunia.

Di ranah teknologi, khususnya kecerdasan buatan, kedua negara adidaya ini berkomitmen untuk mengadakan dialog mendalam mengenai potensi risiko dan manfaat yang dibawa oleh teknologi transformatif tersebut. Putaran diskusi lanjutan mengenai AI ini dijadwalkan akan berlangsung pada bulan November.

Melampaui isu ekonomi dan teknologi, Washington dan Beijing juga menunjukkan sinergi dalam kebijakan luar negeri. Keduanya sepakat untuk saling mendukung dalam penyelenggaraan pertemuan para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (G20), dengan kedua pemimpin berencana untuk turut serta dalam pertemuan berikutnya. Lebih lanjut, dalam isu sensitif kebijakan luar negeri, para pemimpin menegaskan bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Sebuah poin penting lainnya adalah kesepakatan bahwa tidak ada negara atau entitas yang diperbolehkan mengenakan bea transit di jalur perairan internasional, menegaskan prinsip kebebasan navigasi global.

Related Post