Redaksibengkulu.co.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi telah mengadakan pertemuan dengan lembaga pemeringkat global terkemuka, Fitch Ratings, pada pekan lalu. Dialog strategis ini bertujuan untuk membahas dan mempersiapkan penilaian peringkat kredit serta prospek ekonomi Indonesia. Saat ini, Indonesia memegang peringkat kredit BBB dengan outlook stabil dari Fitch Ratings, sebuah posisi yang menjadi fokus utama dalam evaluasi yang sedang berlangsung.
Hasan Fawzi, Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan bahwa proses evaluasi ini merupakan siklus rutin yang lazim dilakukan oleh lembaga pemeringkat sebelum menetapkan atau memperbarui rating dan outlook suatu negara. "Secara umum, ini memang siklus normal yang biasa mereka lakukan saat ingin melakukan penilaian rating dan outlook dari satu negara," ujar Hasan kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Fawzi juga menambahkan bahwa dalam rangkaian kunjungannya, tim Fitch Ratings tidak hanya berinteraksi dengan OJK. Mereka turut menjalin komunikasi dengan Bank Indonesia (BI) sebagai mitra sentral dalam kebijakan moneter, serta otoritas fiskal, yakni Kementerian Keuangan. Tak ketinggalan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) juga menjadi salah satu pihak yang diajak berdiskusi. "Tidak hanya OJK. Tentu counterpart utamanya kan di Bank Indonesia. Kemudian mereka juga bertemu dengan otoritas fiskal, Kementerian Keuangan. Tentu kami sebagai micro financing supervisor OJK. Dan saya kira juga bertemu dengan berbagai elemen lain ya. Pelaku pasar, industri maupun saya dengar juga bertemu dengan Danantara dan yang lainnya," jelasnya.

Related Post
Dalam kesempatan tersebut, OJK memanfaatkan momen untuk memaparkan berbagai agenda reformasi di sektor pasar modal yang dirancang untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional. Selain itu, OJK juga proaktif menyampaikan perkembangan dan inisiatif di sektor keuangan lainnya, mencakup perbankan hingga industri asuransi. "Kami malah tanpa ditanya, kami juga menghadirkan atau memberikan informasi tentang agenda-agenda reform ini," pungkas Hasan, menegaskan komitmen OJK dalam transparansi dan dukungan terhadap penilaian positif.
Upaya memperkuat pemahaman global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Danantara juga telah mengadakan pertemuan penting dengan jajaran Moody’s Ratings dan seorang filantropis terkemuka, Chrissy Haslam, di New York. Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono, serta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Rosan Roeslani, melalui unggahan resmi di akun Instagramnya @rosanroeslani pada Kamis (26/2/2026), menyatakan bahwa "Pertemuan dengan jajaran Moody’s Ratings, termasuk Chrissy Haslam di New York, menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman global terhadap arah kelembagaan Danantara serta fondasi ketahanan ekonomi Indonesia." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan lembaga pemeringkat internasional untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi negara.









Tinggalkan komentar