TERUNGKAP! Penyaluran Beras SPHP Jauh dari Target, Ini Biang Keroknya!

TERUNGKAP! Penyaluran Beras SPHP Jauh dari Target, Ini Biang Keroknya!

Redaksibengkulu.co.id – Kabar mengejutkan datang dari sektor pangan nasional. Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digagas pemerintah untuk menekan gejolak harga, dilaporkan masih jauh panggang dari api. Hingga saat ini, realisasi distribusi beras SPHP baru menyentuh angka 784 ribu ton, atau sekitar 52,8% dari target ambisius 1,5 juta ton yang dicanangkan untuk sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan data ini saat meninjau ketersediaan beras di ritel modern kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Menurut Rizal, per data terkini, penyaluran beras SPHP telah mencapai 784.152.592 kilogram atau setara 784 ribu ton. Angka ini, katanya, hanya sekitar 52,8% dari total target yang ditetapkan. "Pencapaian realisasinya, sampai hari ini adalah 784.152.592 kg atau 784 ribu ton. Jadi total sudah mencapai 52,8%," ungkapnya.

TERUNGKAP! Penyaluran Beras SPHP Jauh dari Target, Ini Biang Keroknya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Rizal tidak menampik bahwa penyaluran SPHP sepanjang tahun ini belum maksimal. Ia terang-terangan menyebut skema distribusi yang sempat tidak menentu sebagai biang keladinya. "Tidak seperti yang lalu, Januari-Februari SPHP, Maret-April-Mei-Juni nggak ada, Juli baru ada lagi SPHP. Makanya capaiannya baru 52%," terangnya, menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam program vital ini.

COLLABMEDIANET

Secara rinci, penyaluran SPHP dilakukan melalui berbagai kanal. Gerakan Pangan Murah (GPM) di instansi pemerintah menjadi penyalur terbesar dengan 292 ribu ton, diikuti oleh pengecer atau pedagang sebesar 162,6 ribu ton, dan pengecer pasar 91 ribu ton. Selain itu, Rumah Pangan Kita (RPK) menyumbang 52 ribu ton, outlet BUMN 46,6 ribu ton, outlet pangan binaan Pemda 40,2 ribu ton, ritel modern 33 ribu ton, serta GPM Pemda 31,3 ribu ton.

Menjelang penghujung tahun, Rizal optimistis realisasi SPHP dapat mencapai sekitar 60% dari target. "Ini kan masih ada sekitar 6 hari lagi," imbuhnya penuh harap. Untuk tahun depan, alokasi penyaluran SPHP diperkirakan tetap sebesar 1,5 juta ton, namun dengan strategi yang lebih terukur. Bulog berencana untuk melakukan penyaluran secara konsisten sepanjang tahun, dari Januari hingga Desember, demi menghindari terulangnya kendala di masa lalu.

Salah satu perubahan krusial adalah rencana Bulog untuk mengurangi volume penyaluran SPHP di sentra-sentra produksi beras. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. "Supaya tidak tumpah banyak berasnya, supaya harganya tidak anjlok, nanti kasihan para petani," pungkas Rizal, menegaskan komitmen Bulog dalam menyeimbangkan kepentingan konsumen dan produsen.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar