Trump Pangkas Tarif Taiwan, Minta Investasi Rp 7.700 T!

Trump Pangkas Tarif Taiwan, Minta Investasi Rp 7.700 T!

Redaksibengkulu.co.id melaporkan, Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengukir kesepakatan dagang signifikan dengan Taiwan pada Jumat (16/1/2026). Perjanjian ini tidak hanya memangkas tarif impor secara substansial bagi produk-produk Taiwan, khususnya semikonduktor, tetapi juga menuntut komitmen investasi besar-besaran dari Taipei di sektor teknologi AS, sebuah langkah yang berpotensi memicu kemarahan Beijing.

Berdasarkan negosiasi panjang, tarif umum yang sebelumnya mencapai 20% untuk sebagian besar ekspor Taiwan ke AS kini akan dipangkas menjadi 15%. Lebih lanjut, beberapa komoditas strategis seperti obat-obatan generik, komponen pesawat terbang, dan sumber daya alam tertentu yang tidak tersedia di AS akan menikmati pembebasan tarif sepenuhnya, alias 0%. Kesepakatan ini juga menjamin bahwa Taiwan tidak akan diperlakukan lebih buruk dari negara lain jika terjadi kenaikan tarif chip di masa mendatang.

Trump Pangkas Tarif Taiwan, Minta Investasi Rp 7.700 T!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebagai imbal balik atas keringanan tarif ini, perusahaan-perusahaan Taiwan telah berkomitmen untuk menggelontorkan investasi fantastis senilai total US$500 miliar, atau setara dengan sekitar Rp 7.700 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.400/USD), untuk meningkatkan produksi di sektor semikonduktor, energi, dan kecerdasan buatan di AS. Angka ini mencakup US$100 miliar yang telah dijanjikan oleh raksasa chip TSMC hingga tahun 2025, dengan janji investasi tambahan di masa depan. Pemerintahan Trump juga menyebut Taiwan akan menjamin kredit tambahan US$250 miliar untuk memfasilitasi investasi ini, dengan ambisi besar untuk memindahkan 40% dari seluruh rantai pasokan dan produksi chip Taiwan ke tanah Amerika.

COLLABMEDIANET

Langkah ini bukan sekadar manuver ekonomi, melainkan juga strategi geopolitik yang lebih dalam. Departemen Perdagangan AS menyatakan, pemangkasan tarif ini berpotensi menciptakan gelombang investasi baru yang signifikan ke industri teknologi Amerika, sekaligus memperdalam hubungan bilateral antara AS dan Taiwan. Di tengah meningkatnya tekanan dari Tiongkok terhadap Taiwan, kesepakatan ini menjadi sinyal kuat dukungan AS, meskipun Washington berupaya keras menghindari eskalasi perang dagang habis-habisan dengan Beijing.

Namun, di balik tawaran manis ini tersimpan ultimatum tegas. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, tidak ragu menyampaikan peringatan. "Jika mereka tidak membangun di AS, tarif kemungkinan akan menjadi 100%," tegas Lutnick, menggarisbawahi betapa seriusnya Washington dalam memastikan realisasi komitmen investasi tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa AS tidak hanya menginginkan kemitraan, tetapi juga relokasi produksi strategis ke dalam negeri.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar