Redaksibengkulu.co.id – Produk-produk buatan anak bangsa kini semakin menunjukkan taringnya di kancah internasional. Melalui pemanfaatan platform marketplace, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menembus pasar global secara masif.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Perdagangan, nilai transaksi ekspor UMKM yang didukung oleh pemerintah menunjukkan tren positif. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor tersebut menyentuh angka antara Rp6,2 triliun hingga Rp6,69 triliun atau setara dengan 347 juta dolar AS. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi perdagangan telah membuka pintu lebar bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen di berbagai belahan dunia.

Satu hal yang sangat menarik adalah fakta bahwa sekitar 60 persen dari total transaksi ekspor tersebut dilakukan oleh para pelaku usaha yang baru pertama kali mencoba peruntungan di pasar internasional. Hal ini mengindikasikan bahwa hambatan untuk memulai ekspor kini semakin terkikis berkat kemudahan akses pasar digital.
Also Read
Secara makro, performa perdagangan luar negeri Indonesia juga menunjukkan penguatan. Nilai ekspor nasional pada periode Januari-Agustus 2026 tercatat mencapai 193,64 miliar dolar AS, tumbuh 4,74 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sektor nonmigas turut menyumbang pertumbuhan sebesar 5,48 persen dengan nilai 185,63 miliar dolar AS.
Khusus pada bulan Agustus 2026, performa ekspor Indonesia terlihat semakin melonjak. Nilai ekspor mencapai 26,61 miliar dolar AS, naik 6,72 persen dari Agustus 2025. Pertumbuhan ini didorong kuat oleh sektor nonmigas yang meningkat 7,23 persen menjadi 25,62 miliar dolar AS.
Guna menjaga momentum emas ini, pemerintah terus mendorong para pelaku UMKM untuk tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga meningkatkan standar kualitas produk. Pemanfaatan teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan (AI) dan optimalisasi marketplace, menjadi kunci utama untuk bersaing.
Selain itu, pemerintah juga aktif memfasilitasi sertifikasi barcode melalui kolaborasi dengan GS1 Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan agar produk pangan kemasan dan produk kecantikan lokal lebih mudah menembus rak-rak ritel modern di mancanegara, sehingga produk lokal semakin kompetitif dan dikenal luas di seluruh dunia.




