UMKM Lokal Siap Guncang Dunia di MotoGP!

Author Image

Hadi Wibawa

9 Oktober 2026, 17:46 WIB

LOMBOK – redaksibengkulu.co.id melaporkan bahwa perhelatan bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 mendatang, bukan sekadar ajang adu kecepatan di lintasan balap. Gelaran kelas dunia di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, ini diprediksi menjadi batu loncatan emas bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk menembus pasar internasional.

Momentum ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha lokal untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk khas Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah Rohaniah, pemilik Malindo Coffee. Ia melakukan inovasi dengan menciptakan stik kopi pertama di Lombok guna memenuhi kebutuhan wisatawan yang memiliki mobilitas tinggi namun tetap ingin membawa buah tangan praktis.

UMKM Lokal Siap Guncang Dunia di MotoGP!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Mandalika adalah destinasi super prioritas yang menarik minat dunia. Kami ingin saat wisatawan melihat keindahan Mandalika, mereka juga membawa pulang kenangan melalui produk lokal kami," ungkap Rohaniah kepada redaksibengkulu.co.id.

Tak hanya sektor minuman, kuliner khas seperti Sate Lilit Ayam milik M. Arif Yani (Sate Ibu Lilik) juga bersiap menyapa lidah para penonton global. Melalui fasilitas area Festival di sekitar sirkuit, para pelaku UMKM yang tergabung dalam Rumah BUMN Pertamina ini telah dibekali pelatihan khusus agar siap bersaing di level internasional.

Inovasi yang lebih mendalam juga ditunjukkan oleh Andika Satriawan melalui Estuaria Salt. Ia tidak hanya menjual garam, melainkan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tinggi seperti aromaterapi, bath salt, hingga lilin aromatik. Menariknya, produk ini merupakan hasil pemberdayaan ibu-ibu nelayan setempat, yang memberikan dampak ekonomi sosial yang nyata bagi masyarakat pesisir.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa esensi dari ajang motorsport internasional ini harus melampaui batas lintasan balap. Menurutnya, dampak ekonomi yang menyentuh masyarakat sekitar adalah indikator keberhasilan yang sesungguhnya.

"Kami berharap nilai dari event ini tidak berhenti di lintasan saja. Harus ada ekonomi yang bergerak di sekelilingnya, di mana produk lokal mendapatkan panggung dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan memperluas jejaring global mereka," tegas Baron.

Dengan adanya ajang ini, produk-produk UMKM tidak lagi harus menunggu pembeli datang ke daerah asal, melainkan dunia yang datang langsung untuk berburu produk berkualitas dari tangan-tangan kreatif warga lokal Mandalika.

Related Post