WADUH! KEK RI Jauh di Bawah Malaysia & Vietnam!

Author Image

Hadi Wibawa

24 September 2026, 02:25 WIB

Redaksibengkulu.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini mengungkapkan sebuah fakta yang cukup mengejutkan terkait daya saing Indonesia di kancah regional. Ia menyoroti bahwa total luas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanah Air masih jauh tertinggal dibandingkan dengan dua negara tetangga, Vietnam dan Malaysia, yang jauh lebih agresif dalam pengembangannya.

Airlangga menjelaskan, saat ini Indonesia hanya memiliki 24 KEK dengan total cakupan lahan yang belum mencapai 500 ribu hektare. Angka ini kontras drastis dengan Vietnam dan Malaysia yang masing-masing telah mengembangkan KEK hingga melampaui 2 juta hektare. "Kita mempunyai 24 kawasan ekonomi khusus. Bandingkan dengan Vietnam dan Malaysia, kawasan ekonomi khususnya sudah lebih dari 2 juta hektare. Di kita masih di bawah 500 ribu. Jadi Vietnam maupun Malaysia itu mereka lebih agresif mendorong kawasan ekonomi khusus," tegas Airlangga dalam sebuah kesempatan di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

WADUH! KEK RI Jauh di Bawah Malaysia & Vietnam!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kondisi ini, menurut Airlangga, mengindikasikan bahwa Indonesia kurang agresif dalam mengembangkan KEK yang sejatinya merupakan motor pendorong investasi. Padahal, pengembangan KEK mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto, mengingat peran vitalnya dalam meningkatkan efisiensi investasi. Ia memaparkan bahwa rasio incremental capital output ratio (ICOR) nasional Indonesia berada di angka 6%, sementara negara lain rata-rata 4%. Ini berarti, seperti yang sering disampaikan Presiden, ekonomi Indonesia sepertiga lebih kurang efisien.

Namun, lanjut Airlangga, jika investasi diarahkan ke kawasan ekonomi khusus, efisiensi melonjak signifikan. "Tetapi kalau kita masuk ke kawasan ekonomi khusus maka ICOR-nya baik itu di Morowali ataupun di Wedabai ataupun di Semakai itu ICOR-nya kurang dari 3," jelasnya. Dengan data tersebut, Airlangga menegaskan bahwa melanjutkan dan mempercepat pengembangan zona ekonomi khusus adalah satu-satunya strategi efektif untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

(hrp/hns)

Related Post