Waspada Janji Manis! Jadi Trader Cerdas di Era Digital

Author Image

Hadi Wibawa

9 Oktober 2026, 11:46 WIB

redaksibengkulu.co.id, JAKARTA – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan instan yang tidak masuk akal dalam dunia perdagangan berjangka komoditi (PBK). Dalam pembukaan Bulan Literasi PBK 2026 di Jakarta, ia menekankan pentingnya transformasi masyarakat menjadi smart traders yang melek teknologi dan memahami risiko pasar.

Budi Santoso, atau yang akrab disapa Busan, menyatakan bahwa kemudahan akses digital saat ini harus dibarengi dengan penguatan literasi. Menurutnya, seorang pedagang yang cerdas adalah mereka yang mampu mengambil keputusan secara bijak berdasarkan data, bukan sekadar mengikuti tren atau janji manis keuntungan tinggi.

Waspada Janji Manis! Jadi Trader Cerdas di Era Digital
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Transformasi digital memudahkan akses informasi dan instrumen perdagangan. Namun, masyarakat harus membekali diri dengan literasi agar menjadi digital traders sekaligus smart traders. Mereka yang cerdas tidak akan mudah terjebak janji keuntungan yang tidak realistis," tegas Busan dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).

Lebih lanjut, Busan menjelaskan bahwa sektor PBK memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi nasional, baik sebagai instrumen lindung nilai (hedging), penentu referensi harga, maupun sarana diversifikasi investasi, terutama pada sektor energi dan agrikultur.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, menegaskan bahwa pertumbuhan industri PBK harus berjalan beriringan dengan pengawasan ketat dan perlindungan konsumen. Ia menyebutkan bahwa penguatan literasi juga mencakup pemahaman terhadap regulasi terbaru, yakni UU Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK).

"Kami berkomitmen membangun ekosistem PBK yang transparan, berintegritas, dan aman melalui kolaborasi pengawasan yang kuat," ujar Tirta.

Berdasarkan data Bappebti, industri PBK menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, volume transaksi mencapai 10,35 juta lot, naik 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan luar biasa juga terlihat pada pasar fisik emas digital yang mencatat nilai transaksi mencapai Rp 299,5 triliun, melonjak drastis sebesar 641,1 persen.

Sebagai langkah preventif terhadap praktik penipuan, pemerintah bergerak agresif. Tercatat, sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 812 situs perdagangan ilegal telah diblokir oleh otoritas terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan masyarakat terhindar dari praktik perdagangan ilegal yang merugikan.

Rangkaian Bulan Literasi PBK 2026 ini akan berlangsung hingga 8 November mendatang dengan menyasar 1,5 juta peserta. Kegiatan edukatif seperti seminar, talkshow, hingga program Trading Goes to Campus akan digelar di lima kota besar, yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Related Post