Waspada! Stok Beras Nasional Diprediksi Anjlok

Author Image

Hadi Wibawa

2 Oktober 2026, 05:25 WIB

JAKARTA – Melansir laporan terbaru dari redaksibengkulu.co.id, Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan peringatan terkait tren produksi pangan nasional. Berdasarkan proyeksi terbaru, produksi beras Indonesia untuk periode Januari hingga November 2026 diperkirakan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa total produksi beras pada periode tersebut diprediksi menyentuh angka 32,34 juta ton. Jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,94 juta ton atau merosot sekitar 2,82 persen.

Waspada! Stok Beras Nasional Diprediksi Anjlok
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Penurunan ini terutama terlihat pada proyeksi produksi di rentang bulan September hingga November 2026. Pada tiga bulan tersebut, produksi diperkirakan hanya mencapai 7,06 juta ton, atau turun tajam sebesar 11,95 persen dibandingkan tahun lalu," jelas Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Data BPS juga menunjukkan dinamika yang berbeda pada awal tahun. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, produksi beras sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 0,07 persen dengan total 25,29 juta ton. Namun, tren positif tersebut mulai terkikis saat memasuki bulan Agustus, di mana produksi beras tercatat sebesar 3,15 juta ton, turun 2,90 persen dari Agustus 2025.

Kondisi serupa juga membayangi produksi padi secara keseluruhan. BPS memproyeksikan produksi padi sepanjang Januari-November 2026 akan mencapai 56,13 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini mengalami penyusutan sebesar 1,63 juta ton atau turun 2,82 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Lebih lanjut, Ateng memaparkan bahwa potensi produksi padi pada periode September-November 2026 diperkirakan hanya sebesar 12,24 juta ton GKG. Hal ini menandakan adanya penurunan drastis sebesar 11,96 persen atau setara dengan 1,66 juta ton GKG jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Penurunan produksi ini menjadi catatan penting bagi ketahanan pangan nasional, mengingat tren produksi di akhir tahun menunjukkan angka yang melandai dibandingkan tahun lalu.

Related Post